Main Area

Pelantikan dprd mimika

Main

Bupati Mimika Lantik Marthen Paiding Jadi Sekda Mimika

Bupati Mimika Lantik Marthen Paiding Jadi Sekda Mimika/Foto : Istimewa

Timika, TABUKA.Com- Bupati Mimika Eltinus Omaleng SE MH secara resmi melantik Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Mimika Marthen Paiding sebagai Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Mimika. Acara pelantikan pejabat tinggi pratama di lingkungan Pemkab Mimika ini berlangsung di Pendopo Rumah Negara, SP3, Jumat (11/1).

“Penjabat Sekda sudah dilantik. Saya ingatkan kepada  seluruh pejabat dan ASN bahwa mulai hari ini semua pejabat dan ASN di lingkup Pemkab Mimika sudah ada dibawah tanggung jawab Pak Sekda,” tegas Omaleng.

Bupati Omaleng mengatakan setelah dilantik  maka Penjabat Sekda Mimika memiliki beberapa tugas penting yang harus segera diselesaikan, antara lain membentuk Panitia Seleksi (Pansel) Sekda Mimika untuk menentukan siapa yang akan menjadi  sekda definitif  .

“Mulai hari ini dia (Marthen Paiding) sudah bekerja sebagai Penjabat Sekda Mimika  sampai dengan proses sekda definitif.  Dia akan bentuk panitia, jumlahnya kurang lebih delapan orang yaitu dari akademisi Universitas Cenderwasih, pejabat Provinsi Papua  dan kemudian dari kabupaten. Panitia ini bertanggungjawab untuk  menyeleksi siapa yang berniat maju menjadi calon Sekda Kabupaten Mimika,” ujarnya.

Bupati Omaleng mengimbau para pejabat yang ingin berkompetensi dalam proses penyeleksian Sekda Mimika, dipersilakan mendaftarkan diri kepada panitia untuk mengikuti proses seleksi.

Tugas berikutnya yang diemban oleh Penjabat Sekda Mimika yakni bersama Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BK-PSDM) Kabupaten Mimika agar segera menyusun dan mempersiapkan pejabat-pejabat baru untuk mengganti pejabat-pejabat lama yang akan diroling dalam waktu dekat.

“Satu pekerjaan buat beliau nanti dengan BK-PSDM kita mau susun nama-nama yang sudah ada, kita sudah kumpul semua. Kita akan roling pejabat nanti tanggal 16 dan 17  dengan menggantikan pejabat-pejabat baru,” ungkap Omaleng.

Sementara itu, Marthen Paiding saat ditemui usai dilantik sebagai Penjabat Sekda Mimika mengatakan siap menjalankan tugas dan tanggung jawab yang ada guna mendukung dan membantu bupati.

“Beliau sebagai pimpinan daerah kita akan dukung dalam bidang administrasi, kemudian dalam tugas-tugas pokok terkait dengan tugas Sekda sebagai administrator di pemerintahan daerah. Karena pejabat yang punya kewenangan itu adalah sekda sebagai administrator dalam membantu bupati dalam menjalankan tugas pokoknya sebagai pimpinan daerah,” ujarnya.

Marthen mengatakan tugas pertama yang hendak dijalankannya yakni berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Papua untuk segera membentuk panitia untuk melakukan proses penyeleksian sekda definitif.

Menurut Marthen, sesuai aturan  setelah lima hari dilantik menjadi Penjabat Sekda, dirinya harus berkoordinasi dengan  Pemerintah Provinsi Papua untuk membentuk dan menetapkan panitia seleksi jabatan sekda  dan setelah panitia dibentuk maka seluruh proses seleksi dalam jabatan sekda adalah sepenuhnya tanggung jawab panitia.

“Panitia seleksi untuk jabatan sekda yaitu dari pejabat pratama eselon II di tingkat provinsi, dari akademisi Uncen Jayapura, kemudian pejabat fungsional dari BKN serta pejabat dari Pemerintah Kabupaten Mimika sendiri. Itu yang diproyeksikan menjadi panitia seleksi dalam jabatan Sekda Mimika,” ungkapnya.

Setelah panitia terbentuk, sebut Marthen, “Selanjutnya akan menentukan kapan mulai pendaftaran, persyaratannya seperti apa, dan pelaksanaan seleksinya seperti apa. Di dalam proses seleksi itu ada  seleksi kompetensi  dan juga ada seleksi secara administratif.”

Marthen menambahkan, dengan pelantikan dirinya menjadi Penjabat Sekda Mimika, maka jabatan sebelumnya sebagai Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Mimika dengan sendirinya dilepas.

“Setelah dilantik jadi Penjabat Sekda maka dengan sendirinya jabatan kepala dinas sudah saya tinggalkan. Karena Penjabat Sekda itu sama dengan pejabat definitif, cuma jangka waktunya berbeda, hak-haknya sama dengan hak-hak sekda definitif. Untuk pergantian itu kewenangan bupati untuk menggantikan dengan pejabat yang baru,” imbuhnya. (Tim)

2019 TabukaNews.com | Designed by Putra Timika Informatika