Main Area

Main

Bupati Mimika Diminta Copot Kadis Pendidikan

TIMIKA, TABUKANews.com - Ratusan massa yang tergabung dalam Forum Solidaritas Pendidikan (Forsope) Eme Neme Yauware Kabupaten Mimika, Selasa (6/2) gelar aksi damai dengan mengarak peti mati yang menyimbolkan kematian pendidikan di Kabupaten Mimika. Forsope Mimika menuntut Jeni O Usmani dicopot sebagai Kepala Dinas Pendidiikan Mimika.

Forsope merupakan gabungan massa dari para guru sekolah negeri dan 5 lembaga pendidikan swasta serta orang tua dan siswa yang prihatin atas situasi pendidikan di Kabupaten Mimika. Aksi tersebut masih terkait Tunjangan Tambahan Penghasilan (TTP) terhadap sekitar 800 lebih guru yang belum dibayarkan hingga saat ini. 

Massa aksi pun sengaja mengenakan seragam hitam sebagai alamat duka bagi bagi dunia pendidikan. Bahkan di barisan massa, tampak ikut beberapa siswa berseragam sekolah lengkap.

"Jeni Usmani harus dicopot sebagai kepala dinas pendidikan," teriak orator aksi, Alex Rahawarin.

Menurutnya, pihaknya merasa kecewa dengan penegakkan hukum di Timika yang tidak membela yang benar, Jeni O Usmani terbukti melakukan pelanggaran tidak membayarkan hak-hak guru selama 2 tahun itu sudah diaktegorikan kejahatan luar biasa, tapi kenapa yang bersangkutan masih dipertahankan menjabat sebagai Kadis

Kami kecewa karena penegakan hukim yang berpihak, kami minta Bupati Mimika copot Jeni O Usmani karena dia (Jeni Usmani) diketahui bahwa sudah 2 tahun kami tidak dapat hak-hak kami," terangnya.

Apabila tidak mencopot Jeni O Usmani dari jabatannya. Maka pihak Solidaritas mengancam akan memboikot Ujian Nasional (UN) dan ujian sekolah sebagai suatu protes matinya pendidikan di Mimika.

"Kalau tidak ada tindaklanjut. Kami akan boikot Ujian di Mimika. Ada kunci yang kami taruh sekolah-sekolah silahkan ambil dan buat soal ujian sendiri dan mengajar sendiri," tegasnya.

Dikesempatan yang sama Ketua Forum Solidaritas Pendidikan (Forsope) Eme Neme Yauware Kabupaten Mimika mengatakan, pihaknya meminta kepada Bupati Mimika agar mencopot Jeni O Usmani dari jabatan Kadis Pendidikan. karena, Jeni merupakan seorang perempuan tapi tidak menjalankan tigasnya sebagai seorang ibu yang harus merangkul membimbing anak-anaknya. Akibat kebijakannya membuat sistem pendidikan di Mimika menjadi mati. Artinya telah mematikan masa depan generasi Mimika.

"Kami minta kepada Bupati supaya copot jeni usmani dari jabatannya sebagai kadis. Sebagai seorang perempuan bisa merangkul kami tapi Jenni O usmani tidak mampu menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai kadi Dinas," kata John dalam orasinya.

Setelah berorasi mewakili Seluruh guru. Alexander Rahawarin didepan massa pendemo membacakan tuntutan agar bisa ditindaklanjuti oleh Pimpinan Mimika yang pada intinya mencopot Kadis Pendidikan karena tidak mampu menjalankan tugas, memboikot proses UN.

Menanggapi aksi demo solidaritas guru Kabupaten Mimika. Kadiskominfo Kabupaten Mimika Dionisius Mametao mengatakan, pada saat yang bersamaan seluruh pimpinan OPD dan pimpinan daerah lagi kekuar daerah untuk mengikuti Raker Bupati se Papua di Jayapura, dan aspirasi yang disampaikan akan diteruskan kepada Bupati Mimika untuk ditibsaklanjuti 

"Semua pimpinan OPD dan Pimpinan daerah sedang mengikuti Raker Bupati se Papua termasuk Kadispend," kata Dion.

Menurutnya, apa yang dilakukan merupakan hal mendasar bagi semua. Dan hal tersebut yang diinginkan agar generasi Mimika bisa mendapat pendidikan.

"Kami ingin dunia pendidikan di Mimika berjalan normal," terangnya.

Sebelum ke titik aksi di Kantor Sentra Pemerintahan SP3, massa long march mengarak peti mati keliling Kota Timika dalam pengawalan aparat kepolisian. Dari Gelael, massa bergerak menuju Jalan Yos Sudarso lalu berbelok ke Jalan Hasanuddin dan Jalan Budi Utomo. Massa rencananya singgah di Kantor DPRD Mimika, menerikkan aspirasi kepada wakil rakyat.

Ketika para guru meninggalkan kelas lalu turun ke jalan pegang toa berteriak keras, apalagi mengarak peti mati, maka jelas ada masalah besar di dunia pendidikan. 

Selain aksi massa, perwakilan guru telah membuat laporan resmi dan melampirkan bukti-bukti ke pihak Polres Mimika terkait dugaan penyelewengan dana yang dianggarkan dalam APBD untuk pembayaran insentif guru tahun 2017 lalu. 

Untuk menuntut hak-haknya di tahun 2017, para guru telah berulangkali melakukan demonstrasi bahkan pernah melumpuhkan aktifitas di Kantor Sentra Pemerintahan SP3. Namun hingga saat ini hak-hak mereka tak kunjung dibayarkan. (Jery/dzy/tim)

2018 TabukaNews.com | Designed by Putra Timika Informatika