Main Area

Main

Bupati Eltinus Klarifikasi Isu Ijazah Palsu

TIMIKA,TABUKANews.com - Bupati Mimika Eltinus Omaleng SE, MH mengklarifikasi berbagai isu ijazah palsu yang kencang dihembuskan sejumlah oknum beberapa waktu belakangan. Klarifikasi tersebut sekaligus jawaban Bupati Eltinus atas pertanyaan warga tentang ijazah mana yang digunakan Bupati Eltinus pada pencalonannya kali ini. 

Klarifikasi itu disampaikan Bupati pada acara konferensi pers yang digelar di Sekretariat Pemenangan OMTOB di bilangan Jalan Hasanuddin, pada Selasa (16/1). Bupati Eltinus didampingi calon wakil bupati Johannes Rettob, tim hukum, tim koalisi dan pemenangan, tim media, tim keluarga, perwakilan partai serta tokoh masyarakat. 

Dijelaskan, kasus ijazah palsu bermula saat persidangan sengketa Pilkada tahun 2014 di Mahkamah Konstitusi (MK).

 “Waktu sidang di pegadilan, ada seorang saksi dari kandidat lain yang minta supaya rekayasa ijazah SD dan SMP milik saya. Karena saya mendaftar sebagai bupati pakai ijazah S1. Mereka ambil ijazah orang lain yang bersekolah di Jayapura, lalu edit foto saya ketika masih muda, baru mereka pasang di situ. Mereka bilang saya sekolah di SMA Negeri 3 dan SMP Negeri 9 Jayapura,” ungkapnya.

Bupati mengatakan, laporan mengenai ijazah palsu yang diarahkan untuknya dilakukan sejumlah pihak secara beruntun. Tak heran, Polda Papua membutuhkan waktu kurang lebih dua tahun untuk menyelidiki perkara tersebut hingga akhirnya dihentikan. “Penyelidikan kasusnya sudah dihentikan karena penyidik tidak menemukan bukti kalau saya pakai ijazah palsu,” pungkasnya.

Tentang pendaftaran pencalonannya ke KPU Mimika pada 10 Januari 2018 lalu, Bupati Eltinus mengaku menggunakan ijazah dari SD hingga S2. Sehingga ia menilai jika dirinyalah yang paling lengkap menyertakan ijazah dalam pencalonan tersebut. 

“Saya pakai ijazah SD, SMP, SMA sampai S2. Bisa jadi saya yang paling lengkap yah. Padahal aturan di KPU cukup ijazah terakhir, tapi tidak apa-apa, biar kita punya lengkap,” ungkapnya.

Bupati mempersilahkan KPU Mimika untuk melakukan verifikasi faktual. Hal itu sangat penting untuk mendapatkan data otentik daripada KPU hanya mendengar bisikan lawan politik yang justru sangat merugikan pihaknya.

Ancam Pidanakan Penyebar Fitnah 

Sementara melalui tim hukumnya, Marvey Dangeubun SH, Bupati Eltinus berencana melaporkan sejumlah pihak yang masih menyebarkan fitnah tentang ijazah palsu. Selain melapor penyebar fitnah, bupati juga akan memidanakan oknum-oknum dibalik rekayasa ijazah yang sekarang ini banyak beredar ditengah masyarakat. 

“Kalau masih ada lagi yang menyebarkan fitnah baik lewat poster atau media sosial, akan kami pidanakan. Masalah sekarang kan sudah SP3, penyidikannya sudah dihentikan polisi,” kata Marvey.

Sedangkan menyangkut identitas pelaku yang melakukan pemalsuan ijazah, diakui Marvey sudah dikantongi pihaknya. Jika suatu saat diperlukan, pelaku akan diadukan ke Polres Mimika.

Ia mengatakan, salah satu syarat bagi calon bupati adalah tidak tersangkut pidana. Perkara pemalsuan ijazah diancam pidana di atas lima tahun penjara. Bupati Eltinus sendiri tidak tersangkut perkara pidana mengacu surat keterangan yang dikeluarkan pengadilan negeri.

“Beliau ini (Bupati red.) tidak tersangkut perkara pidana berdasarkan buku register pengadilan, sehingga kemarin pengadilan negeri keluarkan surat keterangan kalau bupati tidak tersangkut perkara pidana. Itu menjadi bukti kalau beliau tidak pernah jadi tersangka perkara pidana pemalsuan,” bebernya.

Sementara itu, calon wakil bupati, Johannes Rettob SE, MM yang mendampingi Bupati Eltinus Omaleng maju dalam Pilkada kali ini menegaskan, keseriusan pihaknya untuk menghentikan fitnahan ijazah palsu dengan membentuk tim cyber dan tim media Omtob. Saat ini, kedua tim tersebut sedang bekerja menelusuri berbagai postingan ijazah palsu yang sengaja diluncurkan pihak-pihak tertentu.

“Kami tidak main-main, sekarang tim cyber media omtob sudah kerja dan setiap saat menelusuri postingan-postigan, baik di dinding maupun di komentar facebook, twitter dan whatssap. Ada beberapa yang sudah kami screenshoot dan memang terbukti melakukan fitnahan. Saya tidak bisa sebutkan oknumnya di sini, nantilah pasti kalau kita bawa ke rana hukum semuanya akan terungkap,” beber John.(tim/dzy/jrl)

2018 TabukaNews.com | Designed by Putra Timika Informatika