Main Area

pesparawi xiii

Main

Buka Pra Technical Meeting Wabup Jamin Keamanan di Timika

Foto bersama 

Timika, TabukaNews.com –  Wakil Bupati Mimika juga Ketua Umum Panitia Pelaksana (Panpel) Pesparawi XIII Se Tanah Papua, Johannes Rettob S.Sos.,MM, berjanji akan memberikan rasa aman kepada seluruh peserta perparawi ke -13 di Mimika. 

Hal itu disampaikan Johannes Rettob dalam pembukaan Pra technical Meeting III Pesparawi, pada Kamis (13/2/20) di Hotel Horizon Ultima yang diikuti 142 peserta dari 36 kabupaten/kota beserta dua LPPD yakni LPPD Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat. 

Pra Technical Meeting III yang dilangsungkan selama tiga hari, Kamis (13/2) hingga Sabtu (15/2) di Hotel Horison Timika, enam Kabupaten dinyatakan tidak hadir dalam pra technical Meeting III diantaranya Lani Jaya, Nduga, Puncak Jaya, Yahukimo, Yalimo dan Intan Jaya.

“Banyak yang tidak setuju datang ke Timika karena alasan katanya tiap minggu kacau. Sebagai pemerintah dan ketua Panpel saya sampaikan pesan kepada masyarakat saya bahwa kita harus buktikan kalau anggapan itu tidak benar. Kita harus buat yang terbaik di Momen Pesparawi Ini kesempatan kita,” ujarnya.

Wabup John juga mengatakan bahwa segala persiapan yang berhubungan dengan pelaksanaan Pesparawi Juni nanti sedang di persiapkan, semua perwakilan dapat menyampaikan segala hal yang berhubungan dengan pelaksanaan nanti, terutama lomba dan penjurian agar kekurangan-kekuatangan di masa lalu dapat diperbaiki.

“Muda-mudahan kita semua bisa memberikan evaluasi besar untuk penyelengaran nanti agar terlaksana dengan baik dan sukses. Protes apa saja yang mau disampaikan. Ini kesempatan kalian. Kami tidak ingin Pesparawi XIII di Mimika, muncul banyak persoalan dan protes pada saat kegiatan maupun akhir kegiatan nanti,” tegasnya. 

Kegiatan ini menghadirkan semua perwakilan dari 42 kabupaten kota Provinsi Papua dan Papua Barat. Tiap kabupaten kota diwakili oleh 4 orang, terdiri atas 2 pengurus LPPD, 1 dirigen dan 1 pelatih.

Kegiatan ini dibuka oleh Ketua Panitia Pesparawi Se-Tanah Papua Johannes Rettob didampingi Ketua Umum LPPD Provinsi Papua Konstan Karma, Ketua Umum LPPD Provinsi Papua Barat Nataniel D Mandacan dan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Papua, Pendeta Amsel Yoel.

Pra Technical Meeting I dan II sebelumnya telah dilakukan di Jayapura. sedangkan Pra Technical Meeting III ini merupakan pertemuan terakhir sebelum pelaksanaan Pesparawi XIII Se-Tanah Papua yang akan dilangsungkan pada 10-22 Juni nanti.

Dalam agenda technical miting ini untuk membahas menerima penyerahan serta kelengkapan admintsrasi tiap peserta yang akan mengikuti Pesparawi XIII. Kemudian mengetahui kebijakan pembangunan yang berwawasan lingkungan. 

Juga, memberikan pemahaman tentang musik gereja yang akan dipertandingkan,  mengetahui panitia Pesparawi di Mimika dan  memahami tata cara penggunaan baracode bagi perseta dan pengenalan Liasion Officer (LO) tiap kontingen kabupaten kota.

Selain itu pencanangan siap mensukseskan Pesparawi XIII Tahun 2020 bersama panitia, pemerintah daerah, forkompinda dan masyarakat. Serta melaksanakan peninjauan tempat tinggal kontingen dan lomba serta kedelapan, melaksanakan pengundian nomor urut tampil.

Ketua Panitia Kegiatan Pra Technical Meeting III di Mimika, I Nyoman Putu Arka menyampaikan tema Pesparawi XIII Se-Tanah Papua kepada peserta technical meeting yakni  “Aku Hendak Menyanyi Bagi Tuhan Selama Aku Hidup (Maz 104:33a).” dengan Sub Tema “Dengan Semangat Pesparawi XIII Se-Tanah Papua, Kita Padukan Tekad untuk Bersekutu, Bersaksi dan Melayani Bagi Kemuliaan Tuhan dan Kedaiamaian Sesama Umat Beragama serta Upaya Menyelamatkan Lingkungan Hidup.”

Dengan motto Pesparawi XIII adalah ‘Dari Mimika untuk kedamaian Indonesia dalam Semangat Eme Neme Yauware (Bersatu, Bersaudara dan Membangun).

I Nyoman menjelaskan, dihari pertama hanya pembukaan dan perkenalan nanti di hari kedua, Jumat (14/2) akan dilakukan pemaparan dan seminar musik gereja serta paparan akhir panitia Pesparawi secara teknis oleh masing-masing bidang tentang persiapan.

Hari terkahir, Sabtu (15/2) akan dilakukan pencanangan sukseskan pespawari di Mimika, peninjauan tempat tinggal kontingen dan lomba, pengenalan, sosialisasi penggunaan barcode, pengundian nomor urut tampil dan penutupan.

Ketua Umum LPPD Provinsi Papua, Konstan Karma dalam sambutannya berterimakasih kepada Bupati Eltinus Omaleng dan Wakil Bupati Johannes Rettob yang telah memberikan perhatian dan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Pesparawi XIII di tanah Mimika.

 “Pasti ada masalah. Namun dalam persiapan ini jika ada masalah itu menunjukan sebuah langka maju. Tidak ada persoalan yang tidak bisa terselesaikan. Panitia sudah bekerja keras dan cerdas, kita semua peserta juga harus mempersiapkan diri dengan baik,” tandasnya.

Karma menambahkan bahwa bukan hanya kesuksesan Pesparawi XIII, 42 Kabupaten Kota di Papua dan Papua Barat juga mendukung sepenuhnya Mimika sebagai tuan rumah PON XX.

Sedangkan Ketua Umum LPPD Provinsi Papua, yang juga adalah Sekretaris Daerah Provinsi Papua Barat, Nataniel D Mandacan mengatakan Pesparawi sudah menjadi komitmen anak-anak Papua sebagai wadah pemersatu dan forum komunikasi untuk sering berkomunikasi dalam memuji dan memuliahkan Allah.

“Pesparawi menjadi ajang pemersatu dan persatuan kita. Lewat Pesparawi kita diminta untuk menjaga kebersamaan di tanah leluhur ini. Jangan terpecah belah. Semua ini tujuannya selain memuliakan Allah juga untuk mengantarkan kita kepada hidup yang lebih baik,” ungkapnya.

Ia mengatakan, Papua Barat akan menghadirkan 13 LPPD (kontingen-red) pada Juni nanti. Dari 12 kategori lomba yang dipertandingkan, ada yang mengikuti 3,4,5 mata lomba sementara ada yang ikut semuanya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Wilayah Papua, Pendeta Amsel Yoel mengatakan melalui penyelengaraan Pesparawi XIII, kemulian Tuhan akan turun dan memberkati tanah Mimika.

“Seluruh jajaran kementerian agama menyampaikan terimakasih kepada LPPD dua provinsi atas dukungannya sehingga Mimika bisa dipersiapkan menjadi tuan rumah. Kami akan terus memberikan dukungan positif. Ciptakan suasana Papua yang rukun dan damai sehingga akan selalu menjadi berkat bagi kita dan orang lain disekitar kita,” ujarnya.

Dikatakan, dari sisi kuantitas,

Pesparawi Papua lebih unggul dari Pesparawi tingkat nasional. “Bayangkan, Pesparawi tingkat nasional hanya diikuti 34 kontingen dari 34 provinsi, sementara Pesparawi Papua diikuti 42 kabupaten/kota, seandainya 12 kategori diiikuti 250 peserta maka dikali 42 kabupaten/kota jumlah peserta sampai sembilan ribu lebih.

Begitupula dari sisi kualitas, Pesparawi Papua tidak diragukan. Sebab, juara umum tingkat nasional berasal dari Provinsi Papua Barat. 

Yang menarik, pada acara pembukaan yang dimulai pukul 15.00 WIT itu, dipentaskan tarian Payebrama oleh wanita hindu Mimika. (tim)

2020 TabukaNews.com | Designed by Putra Timika Informatika