Main Area

Main

Buang Sampah Sesuai Waktu Yang Ditetapkan Pemerintah

TIMIKA, TABUKANews.com - Kepala Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Mimika,  Ir Limi Mokodompit MM meminta masyarakat Mimika untuk membuang sampah pada jam yang sudah ditentukan pemerintah sesuai ketentuan Peraturan Daerah (Perda). Waktu membuangan sampah di tempat pembuangan sementara (TPS) dalam kota pada pada pukul 18.00 WIT (jam 6 sore) hingga jam 06.00 WIT pagi hari.  

“Jam yang ditetapkan ini sesuai perintah Perda Tengan Pengelolaan Sampah. Jadi kita OPD teknis, Kadistrik dan jajarannya, lurah dan jajarannya, aparat kampung dapat mensosalisasikan ini kepada warga di masing-masing RT,” kata Limi dalam pertemuan bersama pimpinan OPD di Kantor Bappeda beberapa hari lalu.  

Dengan jam yang sudah ditetapkan pemerintah, kata Limi, tidak boleh lagi warga buang sampah pada siang hari.  Kami sudah pasang pengumuman pada titik TPS maupun di tempat-tempat umum. Sampah hanya boleh dibuang pada pukul 18.00 WIT sore hari sampai jam 06.00 WIT pagi hari. 

“Diluar jam itu kita akan terapkan sanksi yang lebih tegas. Kota harus bersih pada siang hari dan tidak ada lagi sampah menumpuk,” tegas Limi.

Limi meminta dukungan dari OPD teknis, Kadistrik, lurah dan kepala kampung untuk mendukung pola penanganan sampah ini dengan satu tujuan kota Timika bersih. Kemudian masyarakat perlu diedukasi untuk memahami aturan tentang pengelolaan sampah dimana warga boleh buang sampah sesuai jam yang sudah ditetapkan pemerintah. Buang sampah juga harus ditempat yang ditetapkan pemrerintah yakni tempat pembuangan sementara (TPS). 

Limi mengajak mengajak seluruh kepala distrik, lurah dan ketua RT agar terus memberikan sosialisasi kepada masyarakatnya tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan. Tapi, membuang sampah ditempat yang sudah ditentukan pemerintah. 

“Kepala kampung dan lurah berkewajiban memberikan pendampingan, membina masyarakat yang ada di wilayah masing-masing supaya mereka tahu waktu buang sampah yang diatur pemerintah.  Saya mohon kepada Kadistrik, Lurah dan kepala kampung sebagai kepala wilayah agar selalu ingatkan warga supaya tidak buang sampah sembarangan,” ajak Limi.

Limi juga mengingatkan warga yang tinggal dekat kali atau sungai dalam dalam kota untuk  tidak membuang sampah dalam sungai. Hal itu akan menghambat aliran sungai serta menjadi tempat bersarang nyamuk, terutama nyamuk malaria. 

Warga juga tidak membuang sampah, botol air mineral dan sampah plastik dalam sungai (kali) akan merusak saluran air, Sampah yang menumpuk dalam sungai akan menghambat jalannya air, bila hujan lebat air akan melupar dari sungai danm terjadi banjir dalam kota. 

“Saya kasih contoh di Jalan Serui Mekar sungai-sungai penuh dengan sampah, karena masyarakat  buang sampah langsung sungai. Saya berdiri disitu, saya perhatikan dan saya lihat  truk pengangkut sampah baru pergi lima menit mereka sudah lagi sampah. Saya berdiri disitu dengan mobil dinas mestiya mereka curiga ini pasti orang pemerintah yang urus soal sampah. Kitong mau baku palungku disitu tetapi saya pikir ini masih sosialisasi jadi sabar. Sabar dulu tapi kita lihat  April mendatang kita langsung tangkap dan sikat mereka semua,” tegas Limi.(dzy/tim)

2018 TabukaNews.com | Designed by Putra Timika Informatika