Bisa Jadi Pemicu Kerusakan Lingkungan, 2 Pengusaha Galian C Ilegal Dipolisikan

 Bisa Jadi Pemicu Kerusakan Lingkungan, 2 Pengusaha Galian C Ilegal Dipolisikan

Timika,TabukaNews.com - Guna mencegah terjadinya kerusakan lingkungan serta bencana banjir, Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Mimika menindak tegas para pengusaha Galian C ilegal yang selama ini beroperasi di dalam wilayah kota. 

Kepala Dinas Satuan Polisi Pamong Praja Mimika Paulus Dumais saat ditemui wartawan di Hotel Grand Mozza, Rabu (18/8) mengatakan, bahwa pihaknya kini telah mempolisikan dua oknum pengusaha Galian C karena selama ini mereka tidak menghiraukan teguran yang dikeluarkan oleh pemerintah.

"Sekarang kita bukan tegur-tegur lagi tapi langsung proses hukum, karena jelas-jelas mereka melanggar aturan. Apa yang mereka lakukan itu merusak lingkungan dan bisa menyebabkan banjir yang merugikan masyarakat," tuturnya. 

Menurutnya, pihaknya cukup kesulitan dalam menertibkan para pengusaha tersebut karena sudah berulang kali ditegur, namun tidak lama kemudian kembali beroperasi.

"Dua pengusaha itu kita sudah laporkan karena mereka melakukan penggalian di Kali Selamat Datang serta  kawasan SP2 yang statusnya sama-sama berada di dalam kota. Pemerintah sudah tegaskan dari dulu, kalau mau ambil material ke Kali Iwaka, bukan di dalam kota," paparnya. 

Pihaknya melakukan tindakan hukum guna memberikan efek jera kepada mereka untuk tidak lagi menggali dalam wilayah kota. 

"Tidak boleh menggali disitu, karena daerah resapan. Kalau kita tidak tempuh jalur hukum, mereka pikir kita tidak serius. Kalau terbukti bersalah akan ditindak dengan UU lingkungan," imbuhnya. (Evan)

Idul Fitri 1 Syawal 1443 H

dprd kabupaten mimika
keluarga johannes rettob
bpkad kabupaten mimika
kesbangpol kabupaten mimika
perhubungan kabupaten mimika
dprd kabupaten mimika
tanaman pangan kabupaten mimika
pendapatan daerah kabupaten mimika
tp-pkk kabupaten mimika
kampung nawaripi

Tentang Kami

Memberikan informasi yang benar karena kami Berpihak Pada Kebenaran yang Jernihnya Nyata