Main Area

pesparawi xiii

Main

Binmas Noken Panen 2000 Ekor Ayam Kampung Super

Foto bersama tim asistensi Mabes Polri bersama Tokoh masyarakat dan tokoh agama / Dok Tabukanews.com

Timika, Tabukanews.com - Satuan Tugas Pembinaan Masyarakat (Satgas Binmas) Noken Polri, melakukan panen ayam kampung super untuk kedua kalinya sebanyak 2000 ekor di Kompleks Pasar Sentral, Kelurahan Pasar Sentral, Distrik Mimika Baru (Miru) Kabupaten Mimika, Rabu (22/8).

Acara Panen ayam kampung ini dihadiri oleh  Kombes Pol, Edi Suryanto sebagai tim asistensi Mabes Polri, Kombes Pol, DR Eko Rudi Sudarto, Kasatgas Binmas, Kompol Era, Satgassus, para Kasat dan Kapolsek, tokoh-tokoh agama dan tokoh-tokoh masyarakat dan tamu undangan.

Kombes Pol, DR, Eko Rudi Sudarto, selaku Kasatgas Binmas, dalam sambutan menyampaikan, panen ayam kampung super sudah dilaksanakan sebanyak kedua kalinya yang mana spot pertama itu dilakukan di Petrosea sebanyak 1000 ekor.

"Sekarang 2000 ekor yang kita panen, seminggu yang lalu kita kembangkan lagi di tiga spot sebanyak 3000 ekor dan sebentar lagi panen lagi," ungkapnya.

Ia juga mengucapkan terimakasih kepada pendeta Lukas Hagabal yang sudah menjelaskan makna dari noken yang merupakan lambang filosofi sebuah kesejahteraan. Pasalnya Binmas Noken beranjak dari itu.

"Tentang noken ini dimana waktu itu Pak Kapolri bertugas di Papua dan beliau sangat mencintai budaya papua, sehingga beliau menugaskan kita kesini untuk memberikan yang terbaik untuk papua dalam konteks kesejahteraan," ungkapnya.

Dikatakannya bahwa disini ada beberapa spot yaitu ada peternakan dan perkebunan. Untuk peternakan seperti babi itu spotnya ada didaerah Yahokimo,Pegunungan Bintang, Wamena, Lani Jaya, Pania dan Nabire, sedangkan untuk ayam hanya di Timika.

Disampaikan juga bahwa hal yang menarik untuk saat ini adalah Polri ingin bersama-sama membimbing masyarakat serta  mencoba untuk bekerjasama dengan instansi terkait dalam hal ini peternakan. 

"Seandainya masyarakat sudah terlatih kita akan senang. Maka saya minta kepada bapak pendeta untuk titipkan putra-putri terbaik di tempatnya pak Dirman dan pak Lalu untuk dilatih. Karena ini tidak mudah," ungkapnya.

Menurutnya, apabila ada putra-putri dikirim untuk dilatih maka itu merupakan suatu kehormatan untuk dididik.

"Itu bukan janji tapi catatan kalau putra-putri dititipkan ke kami, sebagai catatan buat kami bahwa spot ini bukan seberapa karena ada 7 spot sementara kebutuhan dipasar tinggi sekali. Dengan adanya spot seperti ini sudah sangat baik," ungkapnya.

Sementara itu ketua FKDM Lucky Mahakena dalam sambutan memberikan apresiasi kepada Polri, sebab kegiatan ini sangat penting dan ini merupakan waspada dini. Dalam arti menyiapkan diri menghadapi sebuah perubahan jaman.

"Sehingga kita tidak berada posisi terpojok.saya berharap juga penting bagi tokoh-tokoh masyarakat untuk mengambil bagian ikut sama-sama apa yang menjadi fasilitator polri ini dalam membangun papua," ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa untuk peternakan babi maupun peternakan ayam perlu dipersiapkan tata niaga pemasaran untuk meningkatkan perekonomian.

"Sebagai tokoh masyarakat saya melihat ini sangat positif dan ini jangan sampai putus,  tetapi perlu dikembangkan proses pendampingan," ungkapnya.

Ia juga berharap Pemerintah juga harus mendampingi apa yang sudah menjadi fasilitator dari Polri, karena hal-hal yang sifatnya teknis ada pada pemerintah.

Sedangkan, Pendeta Lukas Hagabal selain menjelaskan makna dari sebuah noken, sebagai tokoh agama sangat mendukung kegiatan dari Polri, sebab  meruoakan suatu program yang sangat bagus karena bertujuan langsung kepada masyarakat.

Ia juga menyarankan kedepannya agar program noken ini harus disalurkan kepada daerah yang belum aman atau sering dilanda kinflik, misalnya di kwamki Narama. 

"Saya bersyukur adanya program ini tetapi untuk kedepannya program ini bisa masuk ke dalam Kwamki Narama karena saya tinggal disana. Jadi saya usulkan program ini bisa masuk ke daerah yang bermasalah," ungkapnya. (Rfl).

2020 TabukaNews.com | Designed by Putra Timika Informatika