Main Area

Main

Biaya Cargo Mahal, Pengusaha Timika Menjerit

Kegiatan Focus Group Discussion Peningakatan Potensi Ekspor Di Kabupaten Mimika/Foto: Tim

Timika,TabukaNews. Com –  Pengusaha hasil laut di Kota Timika mengalami kesulitan untuk bersaing di dalam maupun luar negeri karena alasan biaya cargo  maskapai penerbangan di Timika yang begitu mahal.  

Hal itu membuat pengusaha Ikan, Keraka dan Udang tidak bisa mengirim hasil usaha mereka ke luar Timika baik  kanca nasional maupun internasional.

"Sekarang sisa Garuda yang masuk Timika. Coba saja kalau ada Batik dan Lion Air bisa masuk pasti ada penurunan harga biaya cargo," ungkap Penanggungjawab Satuan pengawasan PSDKP KKP Mimika, Haryadi saat hadiri Focus Group Discussion Peningakatan Potensi Ekspor di Kabupaten Mimika 

dan Lounching Klinik Ekspor Pace Kantor Bea dan Cukai Amamapare, di Hotel Horison, Selasa (24/9).

Haryadi mengatakan, biaya kargo ini telah terjadi sejak tahun 2016. Bahkan di tahun 2016 itu tergolong jauh lebih murah jika dibandingkan tahun 2017, 2018 termasuk tahun 2019. 

Karena itu, prodak asal Timika khususnya ikan, kepiting dan udang tidak bisa diekspor ke luar negeri. Meskipun diekspor ke luar negeri, tetapi tetap melalui Denpasar, Surabaya dan Jakarta sehingga lebelnya tidak lagi menggunakan nama Timika.

"Kepiting pernah diekspor ke Singapura dan Malaysia, tapi sejak tahun 2016 karena harga cargo naik makanya terhenti. Sekarang baru kita upayakan lagi. Kasihan sekali kalau lebel kita dipakai oleh daerah lain karena kita jadi rugi," katanya.

Pengiriman ikan menurut dia, selalu dalam kondisi fresh. Sedangkan untuk kepiting dalam kondisi hidup sehingga perlu cepat proses pengirimannya. Namun saat ini semua pengusaha telah berhenti mengirim karena biaya cargo yang mahal.

Ia menjelaskan bahwa ada satu kesulitan yang juga dialami oleh pengusaha eksportir di Timika. Dimana, biaya pengiriman Timika ke Jakarta dikenai biaya Rp 41 ribu per kilo gram. Sedangkan ketika ekspor dari Timika ke Malausia biaya cargo hanua Rp 30 ribu.

"Kalau begitu jadinya aneh. Masa biaya kirim ke tempat yang jauh lebih murah? Sedangkan dalam wilayah indonesia saja biayanya mahal. Itu berarti tidak benar dan aneh karena penerbangan itu hitung jarak," jelasnya.

Karena itu, diharapkan agar Pemkab Mimika bisa bekerja sama dengan maskapai penerbangan lain tanpa harus mengharapkan satu maskapai saja. Sebagai contoh, jika ada Batik Air dari Timika ke Jakarta maka sampai Jakarta akan disambung dengan Malindo air ke Malaysia. (Tim).

2019 TabukaNews.com | Designed by Putra Timika Informatika