Main Area

Main

Bertekad Bangun Negerinya, Wabup Jhon Rettob Kembali ke Timika

Bupati Mimika Eltinus Omaleng bersama Istri, dan Wakil bupati Jhon Rettob bersama istri / Foto : Tim

TIMIKA,TABUKANEWS.COM – Kisah awal kembalinya Bapak Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob kembali ke Timika setelah selama 25 tahun mengabdikan dirinya sebagai pegawai Kementerian Perhubungan Republik Indonesia di Jakarta adalah sebuah kisah penuh perjuangan yang sangat panjang.

"Saya pindah ke Timika atas kemauan sendiri karena diminta oleh Bapak Bupati Mimika yang pertama, Titus Poterweyau. Ia meminta saya sebagai anak negeri harus kembali karena Mimika akan menjadi kabupaten, saat itu sudah jadi kabupaten administratif," jelasnya Wakil Bupati Mimika Yohanes Rettob,S.sos,,MM  sambil menyapa mantan Bupati Titus Poterweyau yang hadir di acara syukuran pelantikan dikediamannya di Jalan Hasanudin, Minggu (8/9) malam yang dihadiri ribuan tamu undangan.

 

Wabup Yohanes Rettob yang biasa disapa Jhon Rettob menceritakan bahwa saat itu, pilihan ini tidaklah mudah. Berat baginya untuk meninggalkan Jakarta namun ia punya keinginan untuk membangun negerinya sendiri.

"Saya harus bicara dengan isteri saya, dia mau atau tidak. Ternyata diluar dugaan ibu bilang kita pulang. Rupanya ibu sudah minum air garam di Ipaya jadi dia mau pulang," ujarnya Jhon Rettob yang disambut tepuk tangan meriah dari seluruh yang hadir.

Jhon Rettob kemudian diangkat menjadi Kepala Bidang Perhubungan Udara pada Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatikan Kabupaten Mimika.Jabatan itu ia jalani 15 tahun  walaupun jabatan itu serasa membosankan.

Perjalanan karirnya pun mulai bersinar dan dipercayakan menjadi Kepala Dinas Perhubungan oleh Bupati  Eltinus Omaleng yang saat ini menjadi Bupati yang ia dampingi.

Tuhan punya rencana begitu indah sehingga dua tahun setelah menjabat Kepala Dinas Perhubungan, Bupati Mimika Eltinus Omaleng meminta agar Johannes Retttob menjadi pendampingnya untuk periode II.

Tawaran untuk mendampingi Eltinus Omaleng pada awalnya ia menolak permintaan ini, karena isteri dan keluarga dengan alasan akan menyita banyak hal.

"Bupati bilang sama saya waktu kami kunjungan ke California, Amerika. Ia bilang, pak kita dua maju boleh ka? Waktu itu saya keberatan karena saya PNS dan masih lima tahun lagi saya pensiun. Saat itu saya ingin mengejar bintang tiga di perhubungan. Saya juga bilang pak, kalau kita tidak jadi saya pengangguran dong. Tapi bupati bilang kita pasti jadi," ungkapnya.

 

Karena tawaran dari Bupati Eltinus Omaleng tersebut sebagai sesuatu yang baik untuk pengabdian kepada masyarakat Mimika.

"Menurut bupati dia dengan saya bisa membangun Mimika lebih baik. Setelah berbagai pertimbangan, saya bicara baik-baik dengan isteri saya lagi, dia dan keluarga akhirnya setuju. Saya maju," ujarnya.

Setelah matang pemikirannya dan disetujui keluarga besar untuk terjun ke dunia politik, John Rettob kemudian mendatangi teman main waktu kecil di Kokonao, Ketua DPC Partai PDI-P  yang kebetulan sama sama dipanggil Jhon , yaitu Yohanis Felix Helyanan (Jhon Thie) untuk meminta dukungan partai.

"Pak Jhon mengatakan mendukung saya dan ia kemudian membantu saya berkomunikasi dengan Pengurus PDIP pusat. Puji Tuhan, mereka menerima saya sebagai kader. Pada kesempatan ini, saya ingin mengucapkan terimakasih kepada PDIP atas kepercayaan yang diberikan kepada saya. Juga kepada semua partai yang telah mendukung kami" ungkapnya.

Perjalanan panjang dalam dunia politik dimulai. Bersama Bupati Omaleng, keduanya merasa percaya diri bahwa dapat melalui segala tahapan awal dengan mudah. Namun ternyata semua diluar dugaan. Justru banyak tantagan dan halangan yang harus mereka hadapi berdua.

"Kami tidak pernah berpikir bahwa kami akan di TMS-kan oleh KPU Mimika karena kami didukung oleh 9 partai politik. Namun dengan perjuangan yang luar biasa dan selalu mendapat dukungan, kami akhirnya bisa sampai pada tahapan pelantikan dan ucapan syukur malam ini," ujarnya.

Kepada semua yang hadir, Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob mengatakan bahwa masa politik telah selesai dan telah berakhir. Saatnya masyarakat Mimika harus kembali bersatu bersama-sama membangun Mimika tanpa ada sekat dan jurang pemisah. (TIM)

2019 TabukaNews.com | Designed by Putra Timika Informatika