Main Area

Main

Bersama Warga, Seorang Guru Sampaikan Kekecewaan dikembalikan ke Kantor Kementrian Agama

Agidius Temorubun, S. Ag saat menyampaikan orasi di depan Gedung SMP Negeri 7/ Foto : tim

Timika, Tabukanews.com - Seorang guru pelajaran Agama Katolik SMP Negeri 7 Mimika, Egidius Temorubun bersama sejumlah warga berorasi di Jalan Yos Sudarso gang Biru tepatnya lorong masuk SMPN 7. Aksi penyampaian pendapat ini dilakukannya sebab ia merasa tidak puas atau janggal setelah dikembalikan kepada kantor Kementrian Agama. 

Aksi tersebut dikawal ketat oleh anggota Polres Mimika yang dipimpin langsung oleh Kapolres Mimika Agung Marlianto dan didampingi Kabag Ops Polres Mimika, AKP Andyka Aer, Kasat Sabhara Polres Mimika, Iptu Matheus T Ate dan Kasat Intelkam Polres Mimika, AKP Sudirman.

Usai menyampaikan pendapat, Egidius Temorubun menjelaskan hal itu berawal dari adanya pengeluaran dirinya dari sekolah secara sepihak dan tanpa alasan yang jelas oleh kepala sekolah SMP Negeri 7 Anthon Karuh

"Saya dikeluarkan secara sepihak tanpa ada uraian atau alasan yang jelas. Tiba tiba saya dipanggil dan diberikan sebuah surat yang itupun saya dapat dari Kepala Kantor Kementerian Agama bukan dari kepala sekolah ataupun tembusan dari kepala dinas," ujarnya. 

Ia mengatakan surat bernomor 820009/SMP7 Tahun 2019 itu dilayangkan Anthon Karuh kepada Kepala Dinas Pendidikan dan dijawab agar dirinya dikembalikan kepada Kantor Kemenag Kabupaten Mimika. 

"Padahal saya ini diangkat langsung oleh Kankemenag. Dimana seharusnya surat itu dilayangkan ke Kemenag tidak perlu ke Kepala Disdik supaya saya langsung dipertimbangkan oleh Kemenag kalau memang berbuat salah saya ditarik. Nah itu boleh," ungkapnya. 

Namun ia mengatakan, pada pertemuan Selasa lalu tersebut, dirinya tiba-tiba dipanggil pada sekitar jam 14.00 WIT siang dan Anthon Karuh menyampaikan kepadanya agar meninggalkan sekolah tersebut. 

"Tidak pernah ada penjelasan yang kuat tapi tiba-tiba saya dipanggil dengan alasan bahwa Kepsek berkomitmen bahwa dirinya tetap dengan surat balasan Disdik. Maka itulah saya pulang dengan tenang dan inilah saatnya saya sampaikan unek-unek hari ini," sebutnya. 

Dengan kejadian ini, dirinya berencana melaporkan pihak SMP Negeri 7 ke Polres Mimika. 

"Saya akan membawa kasus ini dengan dikawal oleh tim hukum saya untuk membawa sampai membikin laporan nantinya," katanya. 

Sementara itu, Kapolres Mimika, AKBP Agung Marlianto mengatakan sebelumnya pihaknya melalui Satuan Intelkam berniat untuk mengadakan mediasi. Ia memastikan pihaknya mampu menjadi mediator dalam kejadian tersebut.

"Kami sarankan dimediasi masalah ini dengan mengundang pihak-pihak seperti Dinas Pendidikan, pihak sekolah dan pihak lainnya yang mau menyampaikan masalah ini tapi beliau menolak," tutupnya. (Jrl).

2019 TabukaNews.com | Designed by Putra Timika Informatika