Main Area

Main

Beresiko Kanker, Obat Ranitidin Dilarang Jual Bebas

Ilustrasi

Timika,Tabuka News.com –  Disinyalir mengandung sat aktif Nitrosodimethylamine (NDMA) yang bisa beresiko  kanker, maka sejumlah obat asam lambung yang mengandung ranitidin dilarang diperjual belikan di seluruh Indonesia termasuk di Kabupaten Mimika.

Hal itu diungkap, Kepala Loka BPPOM Mimika, Herianto Baan, Senin (14/10). Bahwa pada Tanggal 13 September lalu, US Food and Drug Administration (US FDA) dan European Medicine Agency (EMA) termasuk BPPOM RI telah mengeluarkan peringatan tentang adanya temuan cemaran NDMA dalam jumlah yang relatif kecil pada sampel produk yang mengandung bahan aktif ranitidine. 

Dengan demikian, Loka BPPOM Mimika menyurati seluruh  industri penghasil obat agar segera menarik produk tersebut dari semua distributor hingga ke outlet-outletnya. 

Selain menyirati BPPOM, juga telah mengelurakan imbauan agar mengecek atau menguji sendiri produk ranitidin yang mengandung NDMA di atas ambang 96 Ng/hari. 

“Penarikan produk ranitidin ini harus dilakukan secara sukarela. BPPOM juga akan melakukan pemantauan langsung ke setiap industry yang ada sehingga jika masih ditemukan, maka akan diamankan dan dikembalikan ke produsen asalnya. “ Ujar Herianto Baan.

Selain itu, BPPOM juga mengeluarkan daftar obat-obat yang fungsinya sama dengan ranitidine. Dalam hal ini setiap pasien yang berobat khusus lambung tetap bisa mendapatkan obatnya.

Dijelaskan, NDMA merupakan zat aktif yang ada diraniridin, akan tetapi jika masih di bawah batas ambang, maka tidak bermasalah. Kemudian jika keseringan konsumsi, maka akan menimbulkan efek timbulnya penyakit kanker karena NDMA itu bersifat kasinoginik.

“Memang produk ranitidin itu masih terdaftar, tapi karena ada cemaran NDMA, maka harus ditarik dari peredaran,” Jelasnya. (tim)

2019 TabukaNews.com | Designed by Putra Timika Informatika