Main Area

Main

Begini Pesan Pastor Amandus Untuk Bupati dan Wakil Bupati

Romo Amandus Pr, saat menyampaikan khotbah pada malam syukuran pelantikan bupati dan wakil bupati Mimika di kediaman Wabup Johannes Rettob/ Foto : Tim

TimikaTabukaNews. Com -  Bupati Eltinus Omaleng dan wakil Bupati Johanes Rettob harus menjadi pelita untuk menerangi seluruh masyarakat di Kabupaten Mimika,  serta menjadi garam dan terang kriatus dalam menjalankan tugas pembangunan di Kabupaten Mimika.

Hal ini disampaikan Romo Amandus Pr, saat menyampaikan khotbah pada malam syukuran pelantikan bupati dan wakil bupati Mimika di kediaman Wabup Johannes Rettob, Jalan Hasanuddin, Minggu (8/9) malam.

Acara syukuran dengan  mengusung tema “Takut akan Tuhan adalah didikan yang mendatangkan hikmat dan kerendahan hati mendahalui kehormatan” yang dikutip dari Amsal 15:33. Perayaan ini juga dipimpin oleh dua pastor dan satu pendeta.

“Yesus bersabda jadilah terang bagi dunia. Maka 01 dan 02 harus menjadi terang bagi Kabupaten Mimika untuk kami rakyatmu. Kami butuh figur pembawa terang. Ini tidak mudah namun anda berdua adalah orang kristen, jadilah saksi Kristus maka tujuan hidupmu dan rencanamu untuk Mimika akan menjadi nyata,” ungkapnya.

Menurutnya, pelita menjadi berguna dan berarti bukan karena warna yang menarik atau karena memiliki harga yang mahal namun pelita dibutuhkan karena cahayanya yang bersinar dan menerangi.

“Pelita tidak berguna jika tidak bersinar. Kami masyarakat Mimika butuh cahaya yang bersinar dari bapak berdua sebagai pimpinan untuk Mimika,” harapnya.

Romo Amandus Pr menjelaskan, menjadi cahaya yang bersinar nampak dalam tiga hal yakni pengetahuan, keterampilan dan sikap. Ia berharap keduanya memiliki tiga hal ini serta saling mendukung.

“Bupati Omaleng sudah II periode dan ia sudah banyak belajar dari periode pertama,  wakil juga memiliki pengetahuan yang baik namun keduanya juga harus memiliki keterampilan yang dituangkan dalam bentuk aksi-aksi yang nyata. Bupati dan wakil juga harus memiliki sikap yang baik sehingga dapat menjadi panutan bagi kami semua masyarakat Mimika,” terangnya.

Ia megharapkan agar keduanya dapat menjadi cahaya karena dengan demikian mereka mampu mengusir kegelapan di Mimika.

“Segelap dan sepakat apapun alam di Papua terutama Mimika, namun jika ada seberkas cahaya dari pimpinan daerah maka alam dan manusia di kabupaten ini akan menjadi terang dan nampak. Rakyat akan senang, masyarakat juga lega kalau bapak berdua hadir sebagai pengusir kegelepan untuk Mimika,” jelasnya.

Selain itu keduanya juga diminta untuk menjadi penunjuk arah serta dapat memberikan kepastian kepada masyarakat.

“Rakyat akan memiliki kepastian dalam melangkah karena kalian sebagai pelita menujukan arah jalan yang baik dan benar” ujarnya.

Romo Amandus Pr secara khusus memberikan 7 kriteria khusus agar keduanya menjadi pelita yang berfungsi dengan baik dalam memberikan cahaya.

Dikatakan, pelita atau lilin dapat menyinari karena terbakar. Cepat atau lambat dia akan hilang dari bentuk aslinya serta identik dengan pengorbanan.

“Anda berdua adalah pelita yang membakar diri dan itu adalah konsekwensinya. Menjadi pelita harus siap membakar diri karena dengan demikian maka kita dapat menerangi negeri ini,” jelasnya.

Selanjutnya, kedua pasangan ini harus masuk dalam kegelapan. Artinya tempat untuk cahaya adalah kegelapan. Karena dalam kegelapan ada kebodohan, kesakitan, keterbelakangan dan kemiskinan.

“Bupati dan wakil bupati harus membawa terang karena rakyat sangat membutuhkan terang bagi negeri ini,” paparnya.

Sebagai pelita atau lilin, letaknya harus berada di tempat yang tinggi agar cahayanya dapat menyinari seluas mungkin. 

“Cahaya kalian berdua harus nampak lewat pikiran perkataan dan perbuatan. Jangan hadirkan cahaya hanya untuk diri sendiri, keluarga, agama dan suku tertentu atau sekelompok orang saja. Namun juga kepada semua orang, apapun agama, latar belakang dan perbedannya,” ungkapnya.

Ia juga memperingati keduanya agar menjadi pemimpin yang dekat namun berjarak dan senantiasa menjauhkan diri dari segala bahaya atau godaan yang akan datang sili berganti.

“Jangan masukan dirimu di tempat beresiko karena hal-hal tertentu sementara anda sendiri tidak mawas. Proyek-proyek dan penggunaan anggaran itu merupakan tempat yang penuh dengan bahaya,” ujarnya mengingatkan.

Agar terhindar dari hal tersebut maka Bupati Omaleng dan Wakil Bupati Rettob harus memiliki sarana pelindung atau semprong.

“Setiap agama mengajarkan ini sebagai sarana pelindung yang membuat kita dapat bertahan di tempat yang berbahaya yakni hidup rohani dan tekun serta setia dalam doa. Pak bupati dapat meminta pendeta sebagai konsultasi rohani, begitupun wakil yakni pastor atau uskup,” ujarnya.

“Semua ini merupakan 7 syarat untuk bupati dan wakil bupati agar kalian dapat menjadi pelita yang menebarkan cahaya bagi masyarakatmu. Selamat melayani, Tuhan memberkati anda berdua,” tutup Pastor Amandus Rahadat Pr.

Pada perayaan syukuran ini, Bupati Mimika Eltinus Omaleng meminta maaf tidak bisa bergabung karena kondisi kesehatan. Bupati harua beristirahat agar dapat mengikuti apel gabungan, Senin (9/8) di Pusat Pemerintahan SP III. Hal ini disampaikan oleh wakilnya Yohannes Rettob.

Acara syukuran ini berlangsung meriah karena dihadiri oleh Bupati Mimika pertama Titus Potereyauw, Penjabat Sekda Mimika Marthen Paiding, Mantan Sekda Ausilisius You, forkompinda, pimpinan-pimpinan OPD, TNI-Polri, pimpinan partai politik, tokoh agama, tokoh masyarakat, paguyuban, tim sukses OMTOB dan tamu undangan lainnya, serta ratusan masyarakat Mimika dan dihibur oleh Trio Alexis.

Bahkan Wabup Rettob bersama Trio Alexis bernyanyi bersama membawakan lagu perjuangan OMTOB yakni “Jangan Salah Menilaiku”.

Selain itu, acara syukuran ini juga diisi oleh penampilan paduan suara Alleluya yang berkolaborasi dengan Paduan Suara Pesparawi Mimika, penampilan tarian budaya serta tarian temporer, vokal group Ning Vatnim yang membawakan lagu tentang Pasangan OMTOB.  (Tim)

2019 TabukaNews.com | Designed by Putra Timika Informatika