Main Area

pesparawi xiii

Main

Balitbang Kemhan Selenggarakan FGD

Suasana Pertemuan Kapuslitbang Kemhan bersama Jajaran Kodim dan pihak Pemkab Mimika / Foto: Istimewa

Timika, Tabukanews.com - Balitbang Kemhan dalam hal ini Puslitbang Strahan menyelenggarakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) tentang Pemanfaatan Rencana Pembangunan Infrastruktur Jalur Rel Kereta Api Diwilayah Perbatasan Papua dan NTT Dalam Rangka Mendukung Pertahanan Negara yang diselenggarakan di ruang Pertemuan Makodim 1710/Mimika, Rabu (24/10).

Hadir dalam pertemuan tersebut, Kapuslitbang Strahan Balitbang Kemhan Laksma TNI, Ir Agus Rustandi, M. EngSc., MMDS., MA, yang membuka kegiatan dengan didampingi Komandan Kodim 1710/Mimika Letkol Inf Pio L Nainggolan,  dan disaksikan langsung oleh sejumlah Komandan Satuan TNI Timika, perwakilan Pemkab Mimika serta tim Balitbang Kemhan dalam hal ini Puslitbang Strahan.

Kapuslitbang Strahan Balitbang Kemhan Laksma TNI, Ir Agus Rustandi, M. EngSc., MMDS., MA, menjelaskan kegiatan yang dilakukan merupakan salah satu program dari Puslitbang dalam melaksanakan penelitian tentang Pemanfaatan Rencana Pembangunan Infrastruktur Diwilayah Papua dan NTT.

"Jadi untuk saat ini kita lakukan penelitian di di Papua khususnya di Timika. Kalau tahun kemarin itu kita lakukan yang sama juga di Kalimantan khususnya di Kalimantan Utara dan Kalimantan Barat," katanya.

 

Ditegaskannya bahwa untuk membuat jalur kereta api itu bukanlah ide Kementerian Pertahanan melainkan ide dari Kementerian Perhubungan yang mana tujuannya adalah pendekatan kesejahteraan.

"Jadi kami hanya menumpangkan fungsi pertahanan didalam pembuatan rencana jalur kereta api sehingga kedepan ketika jalur kereta api dibuat itu bisa digunakan masyarakat dan apabila terjadi insidensi yang diperlukan untuk menggeser pasukan kita bisa gunakan kereta ini sebagai alat angkutan," tegasnya.

Ia juga menambahkan ada juga beberapa hal yang disampaikan oleh Pemerintah Daerah mengenai beberapa kendala seperti kondisi medan yang bergunung-gunung atau jalan-jalan mana yang harus ditempuh dan mengenai keamanan serta banyak hal lainnya.

"Nanti kita akan komunikasikan di pusat soal kendala-kendalanya. Ini yang terakhir di Timika dan nanti kita akan laksanakan seminar hasil penelitian dengan mengundang perwakilan dari kementerian terkait," katanya.

Terkait dengan kondisi daerah yang tergolong rawan sangat diharapkan peran serta dari Pemerintah setempat. Karena Pemerintah setempat sangat mengenal betul kondisi daerah yang ada.

"Karena pembangunan ini sebetulnya bukan untuk Pemerintah Pusat tapi untuk kepentingan daerah oleh karena itu mesti saling memahami,"ungkapnya.

Sementara itu Dandim 1710/Mimika Letkol Inf Pio L Nainggolan, dalam kesempatan mengatakan dirinya  menyambut baik dan diberikan kesempatan untuk sangat menyampaikan gagasan atau sumbang saran dalam konteks konsep pemanfaatan rencana pembangunan infrastruktur kereta api di wilayah papua. (Jrl).

2020 TabukaNews.com | Designed by Putra Timika Informatika