Main Area

pesparawi xiii

Main

Bagimana tingkat penyebaran HIV - AIDS di Timika

Ilustrasi

Timika,Tabuka News.com ¬– Sejak Januari hingga Juni 2019, sebanyak 187 warga Mimika terinfeksi HIV. 82 diantaranya ditemukan tanpa gejala,  sementara 105 lainnya ditemukan dengan gejala atau sudah di fase AIDS.

“Data tersebut berdasarkan Laporan Temuan Inveksi dan Kasus HIV-AIDS periode Januari - Juni 2019 Dinas Kesehatan Mimika. Temuan itu menggenapi angka 5.095 kasus HIV-AIDS sejak 1996 hingga Juni 2019 di Mimika.” Jelas Penanggung Jawab Program HIV-AIDS Dinkes Mimika, Yoan Tauran, Senin (16/09/2019).

Dijelaskan pula bahwa pola temuan kasus HIV-AIDS cenderung sama dengan tahun-tahun sebelumnya. Kasus HIV-AIDS paling tinggi masih ditemukan pada usia produktif, 25 - 29 tahun, yakni 45 kasus. Usia 20 - 24 tahun sebanyak 34 kasus.

“temuan kasus HIV-AIDS di Mimika paling tinggi pada orang dengan status di dalam pernikahan, 100 kasus. Status tidak menikah sebanyak 63 kasus. Sisanya adalah janda/duda dan tak diketahui.” Ujarnya.

Dijelaskan jika dilihat berdasarkan kategori lama domisili, temuan kasus pada orang dengan domisili selama tiga tahun ke atas lebih banyak, yakni 128 kasus. 

Sudah tentu diketahui bahwa, HIV-AIDS seperti fenomena gunung es. Tugas pemerintah dan para pegiat penanggulangan penyakit yang belum ada obatnya ini adalah membongkar fenomena gunung esnya.

“Caranya, dengan menjangkau sebanyak-banyaknya warga agar mengikuti pemeriksaan dan konseling HIV-AIDS. Prinsipnya; temukan, obati dan dampingi agar tak putus minum obat.” Terangnya.

Dari sisi ini, kinerja Penanggulan HIV-AIDS Dinkes Mimika perlu dikritisi. Hingga semester pertama 2019, cakupan pemeriksaan dan konseling HIV-AIDS baru di angka 18.680 orang. Angka itu masih di bawah 50 persen dari target  41.118 tahun 2019.

"Pola penanggulangan masih sama dengan tahun sebelumnya, menjangkau sebanyak-banyaknya warga untuk ikut testing dan konseling HIV.  Kami juga tetap fokus di populasi kunci, panti pijat timung dan bar," kata Penanggung Jawab Program HIV-AIDS Dinkes Mimika, Yoan Tauran saat dikonfirnasi, Senin (16/08/2019).

Kabarnya, Dinkes Mimika telah menerapkan paket pemeriksaan komprehensif di beberapa Puskesmas. Pasien kunjungan malaria misalnya sekaligus akan menjalani screening TB, pemeriksaan HIV-AIDS dan hepatitis.

Mimika juga saat ini telah melaksanakan desentralisasi ARV. Lewat desentralisasi, pemberian ARV yang dulunya ditangani rumah sakit diserahkan ke Puskesmas berdasarkan wilayah kerja. Sebelum desentralisasi, distribusi ARV dari provinsi masuk ke rumah sakit di tingkat kabupaten. Puskesmas hanya sebagai satelit. 

Memasuki era desentralisasi, ARV kini masuk di Instalasi Farmasi Kabupaten (IFK) dan didistribusikan secara aktif ke setiap Puskesmas. Sistem ini membuat Puskesmas lebih mandiri dalam pelayanan ARV. (Tim)

2020 TabukaNews.com | Designed by Putra Timika Informatika