Main Area

Main

APBD Belum Berjalan, Bupati Segera Copot Seluruh Pimpinan OPD

Ketua Komisi A DPRD Mimika, Saleh Alhamid / Foto : tim

TIMIKA, Tabukanews.com - Ketua Komisi A DPRD Mimika mendesak agar Bupati Mimika Eltinus Omaleng,SE,MH untuk mencopot atau menonjobkan para pimpinan OPD dilingkup pemkab Mimika yang sampai saat ini belum melaksanakan program APBD 2019.

Desakan tersebut datang dari Ketua Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten Mimika, Saleh Alhamid saat menggelar jumpa pers dengan wartawan di ruang rapat Komisi A DPRD Kabupaten Mimika, Kamis (13/6).

"APBD 2019 sudah ditetapkan pada akhir tahun 2018 namun sampai saat ini realisasi pekerjaan dan program yang melekat di OPD masing masing terkesan sengaja tidak dijalankan padahal sudah memasuki bulan Juni. Jangan mengkambingkanhitamkan bupati dengan berbagai alasan bawah proyek yang anggarannya diatas Rp 1 Miliar itu harus tunggu persetujuan Bupati, itu bohong. Bupati tidak pernah campur tangan soal itu, ada indikasi pimpinan OPD menjual nama Bupati  dan dampaknya nanti Bupati yang menjadi sorotan masyarakat karena dinilai gagal dan menjalankan tugas,"desak Saleh.

Menurut Saleh, keterlambatan dilakukannya pelelangan itu karena ada dugaan kepentingan pimpinan OPD dalam menunjuk pihak ketiga atau ingin langsung ditangani oleh kontraktor yang bisa mendatangkan keuntungan bagi pimpinan pimpinan OPD.

"Sudah menjadi kebiasaan dari dulu. Tidak ada satupun kepala OPD yang memberikan proyek kalau tidak ada A dan B  karena itu sudah tersirat. Bupati segera nonjobkan pimpinan OPD yang belum melaksanakan kegiatanannya. Sebab keterlambatan pelaksanaan kegiatan oleh OPD bisa berdampak kepada kredibiltas pimpinan daerah dalam hal ini bupati. Karena itu, bupati harus bertindak tegas dengan melakukan evaluasi terhadap semua pimpinan OPD yang belum menjalankan program,"katanya.

Ia sangat yakin kalau kesalahan dari pimpinan OPD nantinya semuanya mengkambingkan hitamkan Bupati padahal belum tentu itu semua salah bupati.

”Alasana belum bentuk panitia lah atau alasan lainnya lah. Padahal ada dugaan atau indikasi mau kasih ke kontraktor yang bisa diajak kompromi sehingga pekerjaan fisik sampai sekarang belum berjalan,"ungkapnya. (tim)

2019 TabukaNews.com | Designed by Putra Timika Informatika