Main Area

Main

Alumni SD dan SMP YPK Ebenhaezer Belum Terima Ijazah Lantaran Dualisme Kepala Sekolah

Orang tua siswa yang merasa dirugikan melapor ke SPKT Polres Mimika/ Foto: Tim/Tabukanews.com

Timika, Tabukanews.com - Alumni SD dan SMP Yayasan Pendidikan Kristen (YPK) Ebenhaezer Timika terancam dikeluarkan dari sekolah lanjutan SMP dan SMA lantaran belum mendapatkan ijazah dari sekolah pasca lulus.

Buntut dari adanya pergantian kepala sekolah secara sepihak yang dilakukan oleh pihak Pengelola Sekolah Wilayah (PSW) tanpa mengikuti AD/ART, dan juga nama kepala sekolah yang lama masih terdaftar di Dapodik Kementrian Pendidikan.

Diketahui nama kepala sekolah SD YPK Ebenhaezer yang lama Yosep Mimi Iha, S. Th digantikan oleh Frits Padwa, S. Pd sebagai kepala sekolah yang baru, dan kepala sekolah SMP YPK Ebenhaezer yang lama Yosep Watumlawar, S. Pd digantikan oleh Irene Rumbewas.

"Masalah pergantian kepala sekolah SD dan SMP, anak-anak kami juga kena dampaknya mau lanjut juga bermasalah," kata salah satu perwakilan orang tua John Makupiola saat memberikan keterangan di Sentra Pelayanan Polres Mimika, Rabu (11/9).

Hingga saat ini ijazah belum bisa diterima lantaran belum ditanda tangani oleh kepala sekolah, karena proses pergantian kepala sekolah oleh PSW dilakukan terlebih dahulu sebelum ijazah-ijazah tersebut ditandatangani, kepala sekolah yang telah digantipun tidak bersedia untuk menandatangani ijazah-ijazah tersebut lantaran sudah tidak menjabat.

"Kepala sekolah SD dan SMP ini kenapa dia tidak mau tandatangan, sebab, pada saat proses ijazah ini belum ditandatangani PSW sudah sudah ambil langkah untuk pergantian kepala sekolah," jelasnya.

Proses pergantian kepala sekolah tidak menjadi masalah bagi orang tua siswa karena untuk pengembangan sekolah. Hanya saja pihak PSW harus memikirkan nasib anak-anak tersebut yang mana akan melanjutkan pendidikan namun terkendala ijazah. Saat mendaftar beberapa waktu lalu, anak-anak tersebut hanya menggunakan SKHUN sebagai bukti kelulusan mereka.

"Kalau masalah pergantian kepala sekolah itu kami tidak ikut campur, cuma kalau dia bijak dia harus tandatangan ijazah itu dulu sebelum pergantian," ungkapnya.

Ia berharap, persoalan tersebut sebaiknya diselesaikan secepatnya agar anak-anak yang melanjutkan pendidikan tidak di tanya oleh pihak sekolah.

"Kalau bisa secepatnya PSW menindaklanjuti surat itu biar secepatnya kami dapat ijazah anak-anak kami," harapnya.

Ditempat yang sama kepala SPKT Polres Mimika Iptu Alfred Wasia mengatakan, pihaknya telah menrrima laporan orang tua terkait ijazah, nantinya semua pihak yanh terlibat akan dipanggil untuk dimediasi agar persoalan tersebut bisa segera di selesaikan.

Apabila proses mediasi menemui jalan buntu maka pihaknya akan meningkatkan membawa masalah ini ke ranah hukum.

"Jadi langkah yang diambil, ini bicara masalah anak didik mereka yang sudah lulus, karena mereka mendapat dampak dari perselisihan antara kepala sekolah dengan pengurus yang lain," kata Ka SPKT ketika ditemui di ruang kerjanya di Sentra Pelayanan Polres Mimika. (Tim)

2019 TabukaNews.com | Designed by Putra Timika Informatika