Main Area

Pelantikan dprd mimika

Main

Alasan Keamanan Kepolisian Bubarkan Kerumunan Mahasiswa di Timika

Kerumunan massa dan aparat/Foto: Tim

Timika.TabukaNews.com - Kepolisian Resort Mimika, Kamis (19/9/19) pukul 12.45 WIT, terpaksan membubarkan kerumunan mahasiswa papua yang berkumpul di samping gedung Eme Neme Yauware.

Kapolres Mimika AKBP Agung Marlianto yang memimpin langsung pembubaran tersebut mengatakan kegiatan tersebut awalnya diprakarsai oleh Lemasa dengan membangun posko penampungan bagi mahasiswa dan pelajar Mimika yang eksodus kembali ke Timika. 

Sementara alasan tersebut sudah resmi dilarang oleh Kepolisian tidak memberikan izin karena ditenggarai aksi tersebut ditukangi dan didesign untuk mengumpulkan massa karena ada potensi konflik disitu karena apabila setelah berkumpul akan ada aksi lanjutan biasa saja membuat kekacauan.

 “Kami sudah sampaikan tidak boleh lakukan itu, kepada panitia dan korlap karena ada harus ada izin atau diprakarsai oleh pemerintah daerah. Kami sudah tegaskan bahwa tidak diperkenankan dengan hormat kepada lembaga apapun, apalagi ormas untuk melakukan mobilisasi yang membuat berkumpulnya masa atas pertimbangan keamanan,” jelasnya.

Sebelumnya kepolisian mendatangi kumpulan mahasiswa yang sedang membuat acara bakar batu kemudian diberikan himbauan untuk membubarkan diri namun ada perlawanan sehingga pihaknya mengambil tindakan tegas dengan mengeluarkan tembakan ke udara.

“Kami sudah himbau tapi ada perlawanan dan anggota kami dilempar. Kami bubarkan dan amankan beberapa orang yang menjadi panitia kegiatan ini untuk dimintai keterangan,” ujarnya.

Kapolres menambahkan, aksi berkumpulnya pelajar dan mahasiswa ini dilakukan untuk mencari perhatian publik dan disokongi oleh aktor KNPB dan beberapa sudah diamankan oleh Polres Mimika.

“Jadi mahasiswa adalah aktor intelektual. Mereka ingin cari perhatian publik untuk menampung semua pelajar yang ada disini. Kami sudah tegaskan tidak perlu kegiatan itu. Kami sudah ingatkan kalau mereka mau sampaikan aspirasi maka kami siap fasilitasi dan mediasi dan sampaikan kepada pihak-pihak yang memiliki otoritas untuk ini,” jelasnya. 

Kapolres mengatakan, hasil pertemuan TNI-Polri, LPMAK dan Pemerintah Daerah beberapa waktu lalu terkait pelajar dan mahasiswa yang kembali ke Timika telah dilakukan dan membuahkan hasil.

“Kemarin 5 pelajar yang dibiayai pemda sudah kembali bersama 15 lainnya yang dibiayai LPMAK. Pemda juga akan bentuk tim tiga pilar untuk mendatangi langsung kota-kota studi untuk mengecek situasi disana,” ungkapnya.

Namun berdasarkan hasil penelusuran polisi, para pelajar dan mahasiswa yang kembali bukan karena intimidasi orang luar tetapi intimidasi internal yang dilakukan oleh senior-senior mereka.

“Jadi sebenarnya mahasiswa senior yang sudah terpapar simpatisan KNPB dan UMLWP yang melakukan intimidasi terhadap junior-junior mereka,” tegasnya. (tim)

2019 TabukaNews.com | Designed by Putra Timika Informatika