Main Area

Main

Aktivitas KBM di Mimika Kembali Normal pasca kerusuhan

Ketua Musyawarah Kerja Pengawas SMA-SMK Kabupaten Mimika Laurents Lassol / Foto: Istimewa

Timika, Tabukanews.com - Aktivitas kegiatan belajar mengajar dari tingkat TK hingga SMA sudah kembali normal pasca demo damai warga Papua di halaman kantor DPRD Mimika yang berujung ricuh pada hari Rabu (21/8).

Ketua Musyawarah Kerja Pengawas SMA-SMK Kabupaten Mimika Laurents Lassol juga memastikan semua sekolah SLTA di Timika sudah kembali beraktivitas sejak Jumat.

"Hasil pantauan sebagian besar sekolah belum aktif, hanya beberapa yang sudah beraktivitas seperti SMA Negeri 1 Mimika. Adapun mulai Jumat ini semua sekolah sudah beraktivitas sebagaimana biasa," kata Laurents.

Ia meminta para seluruh kepala sekolah untuk mengawasi siswanya agar tidak ikut-ikutan dalam aksi unjuk rasa, apalagi yang memiliki muatan-muatan politik tertentu.

"Kami minta kepala sekolah untuk menertibkan peserta didik. Jangan membiarkan anak-anak terlibat pada hal-hal yang belum pantas mereka ikut karena waktunya bagi mereka untuk belajar dan menyiapkan diri untuk menyongsong masa depan," ujar Laurents.

Laurents meminta para pelajar SLTA di Mimika agar mengisi masa waktu pendidikan mereka dengan bekal ilmu pengetahuan yang memadai.

"Satu-satunya gerbang untuk menuju masa depan yang gemilang itu hanya melalui jalur pendidikan. Semua lembaga dan satuan pendidikan hendaknya memberikan perhatian khusus untuk menyiapkan generasi muda melalui pendidikan yang berkualitas, jauhkan diri dari provokasi dan segala macam hal yang bisa merugikan diri sendiri dan masa depan generasi muda ini," imbaunya.

Saat berlangsung unjuk rasa warga Papua di halaman Kantor DPRD Mimika pada Rabu (21/8), tampak kehadiran sejumlah pelajar mengenakan seragam sekolah SMA dan SMP.

Sementara itu Kapolres Mimika AKBP Agung Marlianto, S. IK. MH menilai kehadiran para pelajar saat unjuk rasa di halaman kantor DPRD yang melibatkan pelajar itu sekedar hanya ikut-ikutan.

"Kami mengidentifikasi ada tiga kelompok yang ikut dalam aksi tersebut, ada kelompok yang memang benar-benar mau menyampaikan aspirasi, lalu ada penumpang gelap yang berseberangan dengan NKRI juga ikut bergabung di dalam aksi tersebut. Ada lagi kelompok lain yang sekedar hanya ikut-ikutan, termasuk adik-adik pelajar," kata AKBP Agung. (Tim).

2019 TabukaNews.com | Designed by Putra Timika Informatika