Main Area

Main

Akibat Kekosongan Guru, Babinsa Koramil Agimuga Bantu Mengajar

Banyak Koramil 1710/06 Agimuga Serda Ruslan saat mengajar anak-anak di halaman sekolah / Foto: Istimewa

Timika, Tabukanews.com - Pribahasa tak ada akar rotanpun jadi, seperti yang terjadi di SD Senggi di Distrik Agimuga Kabupaten Mimika yang tidak ada tenaga pengajar, membuat Babinsa Koramil 1710-06 harus turun tangan dalam membantu mencerdaskan anak bangsa lantaran kurangnya tenaga pengajar.

Kekurangan tenaga pengajar dirasakan sangat berpengaruh dalam proses belajar mengajar di pedalaman Timika. Tenaga pengajar merupakan komponen terpenting yang harus ada di dalam proses belajar-mengajar di sekolah selain siswa.

Tidak jarang saat siswa sudah semangat datang ke sekolah, mereka harus kecewa karena tidak ada guru yang datang. Perbandingan tenaga pengajar antara sekolah di pedalaman dengan kota memang sangat jauh berbeda.

Seperti yang dilakukan oleh Bintara Pembina Desa (Babinsa) Kampung Wenin Koramil 1710-06/Agimuga Serda Ruslan, Siswa SD Inpres yang sudah bersemangat untuk datang belajar di sekolah, namun setibanya di dalam kelas, tidak ada guru yang datang untuk mengajar. Melihat hal tersebut, saat melintas di depan SD Inpres Distrik Jita , Serda Ruslan berkoordinasi dengan guru untuk membantu memberikan pelajaran terhadap siswa-siswi yang tidak ada gurunya.

Babinsa Kampung Wenin Serda Ruslan mengatakan, kegiatan yang dilakukan sebagai salah satu pembinaan teritorial dari satuan Komando Kewilayahan kepada warga masyarakat yang berada di desa terpencil, dengan dibekali buku petunjuk dari guru lainnya, Serda Ruslan memberikan materi pelajaran sesuai dengan buku petunjuk yang diberikan agar tidak keluar jalur dari materi pelajaran yang akan diajarkan kepada siswa-siswi SD Inpres Senggi.

Menurutnya, keadaan siswa-siswi di sekolah pedalaman sangat jauh berbeda dengan siswa-siswi di perkotaan. Ini adalah potret umum siswa-siswi di pedalaman yang memang sangat memprihatinkan.

Mereka umumnya hanya mempunyai satu atau dua buku tulis dengan satu pensil atau pulpen yang disimpan dalam tas kresek, mereka tidak memakai sepatu melainkan memakai sendal jepit bahkan bertelanjang kaki, dan juga tidak mengenakan seragam sekolah, namun cita-cita dan kemauan mereka untuk menjadi orang sukses sangat tinggi, terlihat mereka sangat giat bersekolah dan menimba ilmu sangat tinggi dibandingkan siswa-siswi yang berada di perkotaan.

"Niat belajar mereka cukup tinggi dan tidak kalah dengan anak-anak di kota," ungkapnya.

Ia mengungkapkan, kurangnya kesadaran dari oknum guru yang bertugas di SD Senggi. Karena dengan berbagai alasan sehingga tidak ada aktivitas belajar. Melihat kondisi tersebut dirinya merasa terpanggil untuk mengajar anak-anak tersebut yang notabene merupakan penerus bangsa.

"Guru-guru disini sebenarnya tidaklah kurang, tapi karena kurangnya kesadaran dari Oknum Individu guru tersebut maka mereka jarang masuk ke pedalaman dengan berbagai alasan,” ungkapnya.

Ditempat terpisah, Salah satu guru yang selalu aktif di sekolah bapak Mateus Dappa Ele mengatakan bahwa kegiatan seperti itu diharapkan dapat membantu anak-anak di dusun terpencil yang masih membutuhkan perhatian khusus karena berada di daerah pedalaman.

“Kehadiran TNI terutama Babinsa di sana menciptakan keakraban, terutama dengan anak usia sekolah. Mereka sangat senang dan bangga dengan kehadiran Babinsa di wilayah tersebut,” tuturnya. (Rfl).

2019 TabukaNews.com | Designed by Putra Timika Informatika