Main Area

Pelantikan dprd mimika

Main

8.082 Buku Tata Bahasa Kamoro dan Amungme Resmi Di Launching

Wabup Mimika, Johannes Rettob dan jajaran Forkompinda usai melounching Buku Tata Bahasa Kamoro dan Amungme/ Foto:Tim/TabukaNews.Com

Timika, TabukaNews.Com – Bertepatan dengan moment hari ulang tahun Kabupaten Mimika yang ke – 23,  Dinas Pariwisata Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Mimika, Selasa (8/10) kemarin menerbitkan  8.082 buku Tata Bahasa dua suku Besar di Mimika, Kamoro dan Amungme di Sentra Pemerintahan Sp3, Distrik Kuala Kencana.

Peluncuran buku tata bahasa kamoro dan amungme ini disaksikan seluruh Forkompinda, Kepala OPD dan seluruh pegawai ASN dan Honores serta warga amsyarakat yang hadir usai upacara HUT Kabupaten Mimika.

Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob mengatakan dengan diluncurkan buku tersebut diharapkan bias masuk hingga ke sekolah sekolah baik Sekolah Dasar hingga Perhuruan tinggi sehingga dapat dimanfaatkan dan harus dimasukan dalam pelajaran Muatan Lokal.

“segera buku-buku ini dapat bermanfaat dan bisa diberikan ke Sekolah-sekolah untuk dimasukkan dalam mata pelajaran muatan lokal," Ungkap Wabup.

Hal itu juga didukung oleh Kepala Bidang Kebudayaan pada Dinas Pariwisata Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Mimika, Dominggus Kapiyau, bahwa kedua buku yang sudah dicetak dan diterbitkan ini tidak untuk diperjualbelikan.

Melainkan akan diteruskan ke Sekolah-sekolah baik SD,SMP dan SMA/SMK untuk dimasukkan dalam muatan lokal.

"Mengingat ini bahasa ibu yang sudah hampir hilang makanya inspirasi ini harus dilakukan ketika semua yang harus memberikan bahasa ibu kepada orang lain sudah tidak cari kemana lagi. Makanya kita harus membuat buku ini supaya mereka baca dan mengerti serta mengetahuinya," Katanya.

Dengan diterbitkan kedua buku ini, Dominggus menceritakan proses hingga diterbitkan dua buku ini, terlebih dahulu dengan mengambil data dari beberapa tahun yang lalu, kemudian melalui mekanisme dengan melakukan koordinasi ke Badan Bahasa Nasional di Jakarta dan Balai Bahasa Papua di Jayapura.

"Jadi setelah itu kami mendatangkan narasumber dari Balai Bahasa Papua dan Badan Bahasa Nasional hadir di Timika untuk memberikan penjelasan, informasi bagaimana cara membuat buku,"jelasnya.

Proses selanjutnya,kata Dominggus, pihaknya mengundang narasumber lokal dari Amungme dan Kamoro untuk mencoba mengerjakan.

"Jadi bahannya sudah kami siapkan dalam bentuk diktat yang mana mereka hadir untuk memperbaiki. Setelah itu kami menuju ke percetakan di Surayaba dan hasilnya seperti ini,"katanya.(Tim)

2019 TabukaNews.com | Designed by Putra Timika Informatika