Main Area

Main

7 Orang Diamankan Saat Pleno Penetapan KPU, Dipulangkan

Kapolres Mimika AKBP Agung Marlianto, S, IK, MH/ Foto: Tim

Timika, Tabukanews.com,Kapolres Mimika AKBP Agung Marlianto, S, IK, MH mengatakan, sebanyak 7 orang diamankan pada saat pleno penetapan kursi dan calon terpilih kini telah diperbolehkan pulang setelah membuat surat pernyataan tidak akan mengulangi perbuatannya.

"Total 7 orang kita amankan di tempat terpisah," kata Kapolres ketika ditemui di Mapolsek Miru, Sabtu (3/8).

Menurutnya, kehadiran pihak TNI-Polri dalam pelaksanaan pleno penetapan kursi dan calon terpilih berdasarkan perintah UU dan juga untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat.

Ia menjelaskan, 3 orang diamankan pada saat pleno penetapan kursi dan calon terpilih karena melakukan aksi protes terhadap keputusan KPU, dan 4 orang lainnya diamankan di jalan Hasanudin ujung, karena tidak puas karena tidak lolos menjadi anggota DPRD Mimika periode 2019-2024 yang mana PPD alama sempat menjanjikan kalau salah satu Caleg berinisial JW dipastikan menjadi anggota DPRD Mimika.

"Yang pertama 3 orang di eme neme yang melakukan intrupsi tapi juga ada indikasi kuat mengganggu atau menggagalkan rapat pleno, dan memang sebelum rapat pleno ada laporan dari intelejen berdasarkan hasil pengamatan terhadap pihak-pihak tertentu termasuk dua ketua partai yang sudah berniat untuk melakukan deligitimasi artinya mengakui keputusan KPU, Yang kelompok kedua itu kita amankan di Irigasi karena yang bersangkutan memberikan instruksi bahwa PPD Alama itu sudah menjanjikan kemenangan berdasarkan hasil hitung cepat," jelasnya.

Menurutnya, pleno penetapan kursi dan calon terpilih setelah adanya putusan di MK sehingga hasil yang dibacakan dan putuskan telah final, yang mana ada tahapan yang dilalui baik dari Bawaslu, gakumdu, hingga ke MK.

"Padahal kita ketahui prosesnya sudah final, setelah di proses dari Bawaslu, sentra gakumdu, sampai ke putusan MK dan itu sudah final. Oleh karena itu mari kita hormati itu," terangnya.

7 orang yang diamankan akhirnya diperbolehkan pulang setelah membuat surat pernyataan tidak akan mengulangi perbuatannya setelah dimintai keterangan oleh penyidik.

"Karena untuk proses pembelajaran, yang bersangkutan sudah kita ambil keterangan dan yang bersangkutan sudah membuat surat pernyataan tidak akan mengulangi perbuatannya lagi seluruhny kita pulangkan," ungkapnya.(Tim)

2019 TabukaNews.com | Designed by Putra Timika Informatika