Main Area

pesparawi xiii

Main

362 Bacaleg di Mimika Diuji 567 Soal Tertulis Kejiwaan

Beberapa Bakal Caleg dari beberapa partai saat mendaftar untuk mengikuti tes kejiwaan di Graha Efata Jalan C Heatubun/ foto : dok Tabukanews.com

TIMIKA, TABUKANews.com - Sebagai salah satu syarat wajib tes kejiwaan bagi bakal calon legislatif pada pileg 2019 mendatang, bakal calon legislatif diuji mengisi 567 soal secara tertulis.

Tes kesehatan khususnya tes kejiwaan yang diselenggarakan KPUD Mimika digelar di Graha Efata, Jalan C. Heatubun, Selasa (24/7).

Pelaksanaan tes dimulai sejak pagi hari  sekitar pukul 08.00 WIT hingga pukul 18.46 WIT ada sebanyak 362 bacaleg ikut dalam tes kejiwaan.  Tes ini dilakukan dalam empat sesi dengan dua tahapan, yakni pertama tahapan tes tertulis atau Psikometri dan tahapan kedua adalah wawancara.

Dalam tes tertulis masing-masing bacaleg harus menyelesaikan dalam kurun waktu dua jam setengah. Setelah melakukan tes tertulis, bacaleg kembali melakukan tes wawancara dengan dr. Irene Suantika  Cornelia Rossi, M. Kes., Sp. KJ.

Sebelumnya, Reinhard Gobai, Komisioner KPUD Mimika, mengatakan bahwa tes kejiwaan sangat penting karena merupakan syarat wajib untuk mencalonkan diri sebagai calon legislatif sesuai dengan PKPU nomor 20 tahun 2018 pasal delapan huruf d.

"Tes kejiwaan yang digelar merupakan inisiatif KPUD Mimika untuk memfasilitasi bacaleg memperoleh surat keterangan sehat rohani yang dokumennya terpisah dengan surat keterangan sehat jasmani," katanya.

Ia juga mengatakan bahwa langkah inisiatif KPUD Mimika tersebut telah dikoordinasikan dengan para pengurus parpol di Timika dengan mempertimbangkan berbagai hal seperti waktu dan biaya jika para bacaleg ini harus melakukan tes di Rsj Abepura.

"Dokter ini akan dibantu dengan tiga asisten. Dan dokter ini juga sudah mendapatkan rekomemdasi dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI)," katanya.

Robby Kamaniel Omaleng, salah satu peserta dari Parpol DPD Golkar menyampaikan bahwa tes kejiwaan yang digelar ini sebagai bentuk persyaratan bagi bakal calon legislatif pada pileg 2019 mendatang.

"Inikan persyaratan, jadi mau tidak mau kita semua harus ikut untuk lengkapi kembali berkas," ungkapnya.

Sementara itu dr. Irene Suantika  Cornelia Rossi, M. Kes., Sp. KJ, kepada wartawan  mengatakan bahwa, kegiatan ini sesuai arahan dan berdasarkan pada UU pemeriksaan kesehatan jiwa dari SK KPU dan SK Perhimpunan Dokter Jiwa Se-Indonesia.

"Disitu memang sudah ada aturannya bahwa tes harus dilaksanakan dalam dua tahap yakni tes psikometri atau tes tertulis dan wawancara. Dan hasilnya nanti dikeluarkan dalam bentuk surat keterangan kesehatan jiwa," katanya.

Dijelaskannya bahwa, untuk tes Psikometri dengan jumlah soal 567 itu untuk menilai kepribadian seseorang.

"Inikan hanya screening saja dan tidak mempengaruhi. Sebab hanya untuk mendapatkan gambaran respon orang saja. Jadi inikan cuman prasyarat saja, jadi yang menentukan layak dipilih atau tidak itukan nanti kembali kepada masyarakat," jelasnya.

Sementara untuk tes wawancara itu hanya pemeriksaan klinis, seperti mendengar jawaban apabila jawaban normal maka dikatakan normal. 

"Jadi untuk hasil tes ini apabila tidak ada halangan maka akan disampaikan besok (Rabu hari ini-red) karena nanti harus ditandatangani," ungkapnya.(tim)

2020 TabukaNews.com | Designed by Putra Timika Informatika