Main Area

Main

2 Tersangka Penistaan Agama Diancam 5 Tahun Penjara

Kapolres Mimika AKBP Agung Marlianto, S. IK, MH didampingi Kapolsek Miru AKP P Ida W, SE, S.IK saat menggelar Press Rilis/ Foto: Tim

Timika, Tabukanews.com,Kepolisian Sektor Mimika Baru menggelar press rilis dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh SK selaku pendiri dan YK dan DK tentang ajaran Hati Kudus Allah Kerahiman Ilahi sejak tahun 2010 yang berlokasi di jalan Cendrawasih di salah satu rumah warga yang mana telah menyimpang dari ajaran agama Katolik.

Proses penyelidikan dan penyidikan berdasarkan Laporan Polisi (LP) Nomor : LP / 374 / VII / 2018 / Papua / Res Mimika, pada tanggal 28 Juli 2019, yang dilaporkan oleh Pastor Lambertus Nita, OFM.

saat penangkapan, pihak Kepolisian menyita, satu buah meja kayu berbentuk segitiga berwarna coklat, dua buah spanduk bergambar cakra bertulis Putra Api dan Roh, satu buah spanduk bertuliskan cakra delapan, dua buah bingkai berisi gambar Hati, malaikat, Bumi, bertuliskan Putra Api, 4 empat buah  bingkai pedoman atau petunjuk arah hidup, lima buah kain selendang berwarna kuning, biru keemasan, satu buah meja papan terbungkus kain warna biru, dua buah tempat untuk membakar kemenyaan, satu buah bantal, satu buah tikar plastik.

Kasus penistaan agama tersebut terungkap setelah, pihak Polsek Miru mendapat laporan dari warga terkait tindak pidana penodaan agama yang dilakukan oleh YK, DK dan pengikutnya di jalan Petrosea yang mana aliran yang menamakan diri Hati Kudus Allah Kerahiman Ilahi telah ada sejak tahun 2010 lalu yang mana menggunakan Alkitab namun tata cara ibadahnya menyimpang dari ajaran katolik.

yang mana berdasarkan keterangan tersangka, sejatinya simbol yang digunakan ialah salib, namun seiring waktu yang berjalan simbol tersebut diganti dengan simbol segitiga sama kaki, dan tersangka SK mengakui dirinya sebagai putra api roh yang mana disejajarkan dengan Yesus.

"Kasus ini terungkap setelah adanya laporan warga tentang ajaran tersebut, yang mana SK disejajarkan dengan Nabi/Rasul)," kata Kapolres, saat menggelar press rilis di Mapolsek Miru, Sabtu (3/8).

atas perbuatannya, kedua tersangka dikenakan pasal 156 ayat 1 dengan ancaman hukuman penjara 5 tahun.

"Pasal 156a KUHP Jo Pasal 55 Ayat (1)  KUHP," kata Kapolres. (Tim)

2019 TabukaNews.com | Designed by Putra Timika Informatika