Main Area

pesparawi xiii

Main

2 Paslon Tidak Terima Hasil Pleno Penetapan

JAYAPURA, TABUKANews.com - Dua Pasangan Calon (Paslon) dari jalur perseorangan. Yakni Maria Kotorok Yustus Way (Marius) dan Philipus Wakerkwa Haji Basri (Philbas) menolak hasil pleno penetapan calon Bupati dan Wakil Bupati yang ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mimika di Hotel Grand Allison Jayapura, Sabtu (18/2)malam.

Maria Kotorok  merasa keberatan dengan hasil penetapan KPU Mimika, sebab terdapat banyak kecurangan. Artinya banyak dukungan KTP dari Paslon Marius yang sudah melebihi dari syarat yang ditentukan oleh KPU, hanya saja data yang dimasukkan oleh KPU pada saat penetapan berbeda dengan verifikasi pertama dan juga verifikasi perbaikan.

"KPU pakai data yang mana, karena data awal berbeda dengan data yang ditetapkan malam ini," kata Maria.

Menurut Maria, apabila data yang gunakan oleh KPU berdasarkan verifikasi awal pastinya jumlah dukungan KTP sudah melebihi syarat yang ditentukan oleh KPU. Yakni 22,273, namun data yang dimasukkan berbeda sehingga jumlah dukungan tidak memenuhi syarat. Yakni tidak menggunakan verifikasi data awal sehingga tidak memenuhi syarat.

"Kalau pakai data pada saat verifikasi awal dukungan kita sudah melebihi 22,273. Tapi data yang dipakai berbeda," terang Maria.

Maria menegaskan, hasil penetapan dinilai sebagai bukti dan akan digugat ke tingkat DKPP. Sebab hasil dukungan KTP yang tidak sesui.

"Ini sebagai bukti untuk kami gugat," tegasnya.

Sementara itu Paslon dari Philbas. Philipus Wakerkwa mengajukan beberapa pertanyaan yang intinya mempertanyakan keabsahan keanggotaan PPD dan PPS. Serta dukungan KTP untuk Philbas yang tidak sesuai basisnya. Mengingat, sebanyak 4 Distrik yang menjadi basis kekuatannya yang diperkirakan melebih syarat. Hanya saja hasilnya jauh dari harapan.

"Kami pertanyakan SK dari PPD dan PPS, jangan hanya duduk ditempat baru karang-karang data. Selain itu basis saya di Kwamki Narama dan Iwaka, tapi tidak ada maahan saya dapat suara dari yang bukan basis saya. Kamo lihat ini suatu permainan," kata Philipus.

Oleh sebab itiu dirinya menilai hasil pleno penetapan yang dilakukan oleh KPU Kabupaten Mimika tidak sah. Karena terdapat banyak kesalahan.

"Jadi pleno malam ini tidak sah," tegasnya. (Jery/tim)

2020 TabukaNews.com | Designed by Putra Timika Informatika