Main Area

pesparawi xiii

Main

1500 Masyarakat Tinggalkan Empat Kampung di Distrik Tembagapura

Warga  saat tiba di Timika/Foto: Tim

Timika, TabukaNews.Com- Akibat gangguan kamtibmas oleh Kelompok Kriminal Bersenjata di wilayah Distrik Tembagapura sejak Senin lalu, kini kurang lebih 1500 masyarakat dari empat kampung Distrik Tembagapura memilih meninggalkan kampung untuk sementara waktu.

Empat kampung yang ditinggalkan masyarakat untuk sementara waktu, yakni Kampung Kimbeli, Utikini, Banti dan Opitawak.

1500 masyarakat ini terhitung sejak evakuasi gelombang pertama dan kedua sejak Jumat dan terakhir gelombang ketiga sebanyak 612 orang pada Minggu (9/3) malam.

Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw, menerangkan bahwa masyarakat dari empat kampung tersebut bukan mengunsi,  melainkan pergi dari tempat mereka sendiri karena takut dengan kelompok yang mengganggu mereka.

"Mereka mengaku trauma dengan aksi KKB ditahun sebelnya, yakni 2017-2018.Terutama kaum perempuan dan anak-anak yang mengalami kekerasan dari perbuatan dari kelompok tersebut," terang Kapolda saat bertemu langsung dengan 612 masyarakat yang ditampung di halaman Gereja Rehobot Mile 32 Distrik Kuala Kencana, yang baru dievakuasi pada gelombang ketiga Minggu (9/3).

Disampaikan Kapolda, bahwa dengan kehadiran masyarakat dari empat kampung tersebut secara pribadi ikut prihatin.

"Dengan kehadiran bapak-ibu dan anak-anak disini saya ikut prihatin. Kita istilahkan sebagai awan hitam yang saat ini sedang berada di Tembagapura. Mari kita berdoa karena Tuhan itu adil dan mahakuasa agar awan-awan yang mengganggu itu pergi," ungkap Kapolda.

Dengan melihat dan merasahkan kondisi yang dialami masyarakat tersebut, Kapolda menegaskan bahwa pihak keamanan terus melakukan pengejaran dan akan melakukan tindakan tegas dan terukur.

"Beberapa hari ini kita sudah lakukan upaya mendorong kelompok-kelompok kriminal tersebut untuk keluar dari kampung-kampung tersebut. Kita juga sudah pertebal anggota disetiap pos-pos yang ada," tegas Kapolda.

Sementara Wakil Bupati MimikaYohanes Rettob, menjelaskan bahwa masyarakat yang kini sudah berada di Timika bukanlah sebagai pengunsi, melainkan masyarakat sendiri meminta kepada pemerintah untuk dipindahkan.

"Karena mereka merasa terganggu, tidak nyaman dan masih trauma dengan masa lalu," terang Wabup.

Disampaikan Wabup, bahwa apabila kondisi di empat kampung tersebut sudah aman dan kondusif kembali, maka pemerintah akan memfasilitasi masyarakat empat kampung tersebut untuk kembali.

"Kami siapkan fasilitas untuk mereka kembali. Jadi kita harapkan semua normal kembali," ungkap Wabup. (Tim)

2020 TabukaNews.com | Designed by Putra Timika Informatika