Main Area

Main

133 Kepala Kampung Akan Dipilih Serentak Bulan Oktober

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Kabupaten Mimika / Tim Tabukanews.com

 

Timika, TabukaNews.com – Merujuk pada  Peraturan Dalam Negeri Nomor 112 Tahun 2014 tentang pemilihan kepala Desa/Kampung. Maka pada tahun ini Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Kabupaten Mimika akan melaksanaan pemilihan serentak 133 kepala kampung di Kabupaten Mimika hingga pelantikan. 

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Michael Gomar menjelaskan, tahapan persiapan pemilihan kepala kampung diawali dengan pemilihan Ketua Badan Musyawarah Kampung (Bamuskam). 

 

Pemilihan bamuskam dilaksanakan serentak di masing-masing kampung yang dipimpin secara langsung oleh kepala kampung dan panitia pemilihan.

 

“Pemilihan bamuskam di tingkat kampung hanya memilih ketua bamuskam. Kemudian ketua bamuskam akan mengangkat empat orang anggota untuk membantu pelaksanaan kegiatan bamuskam di kampung. Salah satunya harus ada keterwakilan dari perempuan. “ ujarnya.  

Lanjut dia,  Ketua bamuskam dipilih berdasarkan suara terbanyak dari pemilihan melalui musyawarah kampung, sehingga setelah pemilihan bamuskam dilaksanakan, maka kepala kampung akan menyurati dan memberikan laporan kepada kepala distrik bahwa pelaksanaan pemilihan bamuskam di tingkat kampung telah dilaksanakan. Dalam laporan dilampirkan juga struktur organisasi kepengurusan bamuskam terpilih.

 

Kepala distrik kemudian akan mengusulkan kepada Bupati Mimika untuk dilantik dan ditetapkan sebagai bamuskam periode 2019-2025. Masa jabatan bamuskam adalah enam tahun. 

 

“Setelah pelantikan, kami DPMK akan melakukan penguatan melalui sosialisasi tentang tupoksi mereka. Setelah itu bamuskam kembali ke kampung untuk mempersiapkan panitia pemilihan kepala kampung. Tahun ini semua tahapan pemilihan kepala kampung harus selesai,” ungkapnya.

 

Gomar mengatakan, pemilihan calon kepala kampung ditetapkan dan dibentuk berdasarkan musyawarah kampung yang dilaksanakan oleh bamuskam. Selain itu dibentuk panitia pemilihan kepala kampung yang terdiri dari lima orang. Mereka nantinya diberikan tugas dan tanggung jawab untuk tahapan-tahapan pemilihan kepala kampung.

 

Panitia pemilihan kepala kampung akan dibentuk dan dilantik oleh bamuskam dan kepala distrik. Mereka akan bertugas melakukan persiapan rapat-rapat untuk pembentukan penyusunan tahapan pelaksanaan pemilihan kepala kampung.

 

Tahapan pertama yang harus disiapkan adalah pemutakhiran data penduduk kampung baik data pemilih penduduk, data pemilih tetap dan pemilih tambahan berdasarkan data penduduk yang ada.

 

“Kami juga akan mempersiapkan jumlah data penduduk pemilihan dari Disdukcapil untuk dilampirkan dan diberikan kepada keanggotaan panitia pemilihan kepala kampung sehingga nanti akan dicrosscheck kembali dengan jumlah penduduk dan juga jumlah data penduduk yang ada di 133 kampung,” jelasnya.

 

Setelah pleno penetapan daftar pemilih dilakukan, panitia kemudian menyampaikan pengumuman kepada seluruh masyarakat di kampung tentang pembukaan pendaftaran bakal calon kepala kampung.

 

Persyaratan yang ditetapkan untuk menjadi kepala kampung diantaranya, minimal memiliki ijazah SMP atau sederajat, usia minimal 25 tahun, berbadan sehat jasmani dan rohani, berada di wilayah kampung, berjiwa Pancasila dan lainnya.

 

Setelah itu panitia pemilihan kepala kampung melakukan verifikasi berkas dan melakukan rapat pleno untuk menetapkan para calon kepala kampung yang telah memenuhi persyaratan. 

 

Setelah penetapan, para calon kepala kampung akan mempersiapkan diri untuk melakukan kampanye dan kegiatan yang memberikan motivasi kepada masyarakat berupa penyampaian visi misi.

 

Selanjutnya selama tiga hari panitia akan kemberikan waktu masa kampanye termasuk pemasangan baliho dan penyampaian visi dan misi. 

 

“Setelahnya adalah masa tenang. Waktunya juga tiga hari dimana semua atribut harus ditertibkan oleh panitia pemilihan kepala kampung. Dilarang calon kepala kampung melakukan sosialisasi lagi atau kampanye terselubung di masa tenang,” tegasnya.

 

Setelah masa tenang, panitia akan menyiapkan TPS, surat suara dan kotak suara untuk pelaksanaan pemilihan pada hari berikutnya. Pencoblosan hanya akan dilakukan selama satu hari dimulai dari pagi hingga siang hari, yang kemudian dilanjutkan dengan perhitungan suara.

 

“Suara terbanyak itulah yang akan menjadi kepala kampung. Hasilnya akan ditetapkan melalui rapat pleno penetapan. Panitia kemudian melaporkan hasilnya ke bamuskam untuk dilanjutkan ke kepala distrik, dan kepala distrik akan menyampaikan hasil pemilihan calon kepala kampung kepada bupati melalui kami DPMK,” jelasnya.

 

Setelah melakukan koordinasi, DPMK akan mempersiapkan seluruh kelengkapan persiapan pelantikan kepala kampung definitive beserta kelengkapan administrasi berupa SK pemberhentian kepala kampung lama dan SK pegangkatan kepala kampung Periode 2019-2025.

 

“Saat ini tahapan persiapan sudah berjalan di 133 kampung. Antara September akhir atau Oktober awal sudah bisa dilaksanakan pemilihan kepala kampung,” ujarnya.

 

Gomar mengatakan, dari 133 kepala kampung, ada 11 kampung yang dijabat sementara oleh pelaksana tugas atau Plt kepala kampung. Hal ini karena ada yang mengikuti proses calon legislatif kemarin dan ada juga yang telah meninggal dunia.

 

“Plt juga bertugas untuk mempersiapkan kepala kampung definitive. Tapi mereka akan bertugas sampai dengan pelantikan kepala kampung yang baru. Dari 133 kepala kampung, kurang lebih 7 kepala kampung di Distrik Kwamki Narama masa jabatannya sudah berakhir. Sisahnya ada yang berakhir Desember 2019 dan awal 2020. Yang terpenting juga, jika ada kepala kampung yang sudah menjabat selama tiga periode, mereka tidak boleh lagi memcalonkan diri untuk periode keempat. Itu tidak bisa karena aturan mengatakan seperti itu,” jelasnya. (Tim)

2019 TabukaNews.com | Designed by Putra Timika Informatika