Main Area

pesparawi xiii

Main

12 Partai Politik Pendukung Omtob Duduki Kantor KPUD Mimika

Ketua Perindo Mimika Ir. H Munawir Yakub,M,SE dan Massa dari 12 Partai Pendukung Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Eltinus Omaleng-Johannes Rettob (Omtob) saat berdemo di depan Kantor KPUD Mimika mendesak KPUD segera pleno nomor urut untuk paslon Omtob dan Marius, Selasa (17/4) Siang / Foto : Tabukanews.com

TIMIKA, TABUKANews.com - 12 Partai Politik pendukung pasangan Calon Bupat dan Wakil Bupati Eltinus Omaleng dan Yohanes Rettob (Omtob), mendatangi Kantor KPU Mimika yang terletak di jalan Yos Sudarso, Timika guna meminta Komisioner KPU melakukan pleno penetapan nomor urut pasangan Omtob dan Marius.

Mereka meminta agar hari ini dilakukan pleno, jika tidak maka Kantor KPU Mimika akan digembok dan diduduki massa pendukung.

Kedatangan ketua, sekretaris dan sebagian anggota 12 partai politik ini tidak mendapati komisioner KPU. Pasalnya hingga pukul 11.54 Wit, lima komisioner belum berkantor.

Sekretaris Partai Bulan Bintang (PBB), Herman Gafur dalam orasinya mengatakan 12 partai politik tidak akan melakukan aksi jika KPU Mimika bekerja sesuai tupoksi dan undang-undang.

"Selama ini KPU terus mencurangi kami, tapi kami sabar menghadapi semua permainan yang kalian lakukan. Kalian membunuh demokrasi di negeri ini. Kami tahu misi yang kalian mainkan. Tapi kami tidak diam. Hari ini kami akan duduki kantor KPU sampai pleno dilakukan," ujarnya.

Ia mengatakan, partai politik, tim sukses, relawan dan simpatisan Omtob selama ini tidak melakukan anarkisme terhadap penzoliman yang dilakukan KPU Mimika.

Hal ini menunjukan bahwa pasangan Omtob dan pendukungnya berkomitmen penuh terhadap keamanan, kenyamanan dan stabilitas kabupaten ini.

"Kami sudah buktikan itu dan hari ini kami datang menuntut apa yang menjadi hak kami sebagai warga negara dalam berpolitik. Negara sudah mencacat semua kebusukan yang kalian perankan. Kami datang untuk keadilan dan kebenaran," tegasnya.

Muchlis, Sekretaris Partai Hanura menambahkan, KPU Mimika tidak lagi berlaku adil dalam proses pilkada. KPU Mimika tidak lagi menjadi pengadil namun telah menjadi pemain. 

"Komisioner KPU Mimika sudah berada di lingkaran yang menyesatkan. Kami datang membebaskan kalian dari lingkungan itu. Pilkada adalah hajatan kami, bukan pesan sponsor," katanya.

Menurutnya, banyak pelanggaran yang dilakukan KPU Mimika selama tahapan berlangsung. Masyarakat Mimika sudah memahami dan mengetahui, kebobrokan yang dilakukan oleh KPU Mimika.

"Kami jalan sesuai aturan hukum.Kami datang menuntut putusan hukum. Sudah cukup kami sabar, dizolimi dan diperlakukan secara tidak adil. Jangan libatkan pasangan kami dalam skenario busuk yang kalian perankan," ungakpnya.

Sementara itu, Ketua Partai Perindo Kabupaten Mimika, H. Munawir Yakub menegaskan, sedari awal KPU Mimika memang tidak mau meloloskan pasangan Omtob karena KPU memiliki pasangan lain yang mereka perjuangan untuk menang.

"KPU sudah rusak semuanya. Mereka punya jagoan. Komisioner mode begini harus dipidana dan diberantas dari bumi ini," jelasnya.

Ia mengisahkan, setiap Pilkada di Mimika, komisioner KPU selalu membuat gejolak politik yang berkepanjangan. Ia berharap, KPU saat ini adalah komisoner terakhir yang memainkan peran ganda sebagai wasit.

"Ini sejarah. Pasangan yang didukung oleh 12 partai politik, dinyatakan tidak lolos pilkada. Ini gawean parpol. Hanya KPU Mimika saja yang bisa melakukan hal ini. Jika pleno tidak dilakukan hari ini maka kami akan gembok dan turunkan semua masa kami untuk menduduki kantor ini," tegasnya.

Setelah melakukan orasi damai, masa pendukung Omtob yang tergabung dalam 12 partai politik akan rencana kembali menggelar aksi yang lebih besar. Selanjutnya massa pendukung Omtob meninggalkan Kantor KPU Mimika sembari menunggu penetapan pleno pencabutan nomor urut, hari ini.(tim)

2020 TabukaNews.com | Designed by Putra Timika Informatika