Main Area

Main

1.313 Pelajar dan Mahasiswa Asli Mimika Dibiayai LPMAK

Ilustrasi 

Timika, TabukaNews.com  -  Sebanyak 1.313 pelajar dan mahasiswa Papua asal Suku Amungme dan Kamoro serta lima suku kekerabatan lainnya di Kabupaten Mimika dari tingkat SMP hingga Perguruan tinggi mendapatkan biaya pendidikan berupa beasiswa dari Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme dan Kamor (LPMAK).

Kepala Biro Pendidikan LPMAK Fransiskus Wamang di Timika, Kamis (24/10) mengatakan para pelajar dan mahasiswa yang mendapatkan beasiswa pendidikan dari LPMAK tersebut, tersebar di berbagai kota studi di Indonesia mulai dari Papua yaitu Jayapura, Manokwari, Sulawesi Utara, dan berbagai kota di Pulau Jawa.

Menurutnya pemberian bantuan biaya pendidikan itu merupakan salah satu program utama LPMAK melalui biro pendidikan. LPMAK adalah  lembaga yang mengelola dana kemitraan dari PT Freeport Indonesia untuk pemberdayaan masyarakat lokal di sekitar area pertambangan di Kabupaten Mimika.

"Peran PT Freeport melalui LPMAK sangat besar untuk membantu upaya mencerdaskan anak-anak asli Suku Amungme dan Kamoro serta lima suku kekerabatan lainnya di Kabupaten Mimika sehingga mereka bisa mendapatkan pendidikan yang layak," kata Fransiskus.

Ia mengatakan beberapa orang mahasiswa asli Papua dari Suku Amungme dan Kamoro serta lima suku kekerabatan lainnya di Mimika kini menempuh studi di luar negeri dengan biaya sepenuhnya ditanggung LPMAK.

"Ada tiga orang mahasiswa sekarang sementara studi di Jerman, tiga orang lagi di Filipina dan empat orang di China. Tidak itu saja, satu mahasiswa kini tengah menyelesaikan pendidikan doktoral di Malang. Ada beberapa lagi yang sedang menyelesaikan pendidikan kedokteran dan penerbangan," kata Fransiskus.

Mewakili LPMAK, dirinya berharap anak-anak asli Papua yang menerima bantuan beasiswa tersebut serius menyelesaikan studi mereka sebagai persiapan menyongsong masa depan dalam situasi dunia yang sarat dengan persaingan ketat di berbagai bidang.

Dijelaskan, proses perekrutan peserta beasiswa LPMAK, dilakukan cukup ketat melalui kerja sama dengan lembaga mitra dari berbagai perguruan tinggi dan sekolah.

"Kami datangkan mitra untuk melakukan tes anak-anak di Timika. Kalau mereka lulus tes, mereka akan dikirim ke lembaga studi yang sudah bekerja sama dengan LPMAK. Ada juga peserta beasiswa kategori umum.” Jelasnya. 

Penerima beasiswa berkewajiban untuk melakukan monitoring anak-anak ini, tiga kali setahun. Sehingga disayangkan apabila tidak dimanfaatkan dengan baik kesempatan ini, karena bagi anak-anak yang tidak mau mengikuti aturan pedoman beasiswa maka tidak segan-segan program beasiswa kepada anak yang bersangkutan akan dicabut oleh pihak LPMAK. 

Sesuai renstra, selanjutnya LPMAK akan memprioritaskan pengiriman pelajar dan mahasiswa dengan berorientasi pada jurusan-jurusan eksata seperti teknik, pertambangan, penerbangan, termasuk juga keguruan dan kesehatan mengingat jurusan-jurusan tersebut dinilai masih cukup langka.

"Kami akan fokuskan anak-anak untuk memilih jurusan eksata, selain itu juga keguruan dan kesehatan agar benar-benar nantinya bisa menjawab kebutuhan daerah. Sebab sampai sekarang Mimika dan Papua pada umumnya masih langka tenaga kependidikan dan kesehatan terutama yang bertugas di pedalaman dan pesisir .” Ujarnya. 

Diharapkan anak-anak yang menjadi tangungan LPMAK nantinya setelah selesai studi dan kembali harus bias menjadi pengajar dan tenaga kesehatan yang akan melayani masyarakat di wilayah pedalaman. (tim)

2019 TabukaNews.com | Designed by Putra Timika Informatika