Main Area

bayar pajak daerah
pesparawi xiii kab mimika
PON XX Papua

Main

'Welcome Party' Kemenag Apresiasi Pesparawi XIII Se - Tanah Papua Tunjukkan Warna Ke-indonesia-an

Timika, TabukaNews.com - Pesta paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) XIII se-Tanah Papua yang mulai digelar hari ini, Sabtu (30/10) di Kabupaten Mimika sebagai tuan rumah sehari sebelumnya secara resmi menggelar acara penyambut kedatangan kontingen dari 21 kabupaten/kota dalam tajuk ‘Welcome Party’ di Hotel Carstenz Timika, Jumat (29/10). 

Acara tersebut dihadiri Direktur Urusan Agama Kristen Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen Kementerian Agama, Jannus Pangaribuan. Didampingi Ketua LPPD Provinsi Papua, Elia Loupatty dan Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob, S.Sos., M.M sekaligus Ketua Umum Panitia Pesparawi XIII. Juga Bupati Asmat, Elisa Kambu dan para Ketua LPPD dari masing-masing kabupaten/kota di Papua dan Papua Barat. 

Pesparawi XIII mengusung tema, ‘Aku Hendak Melayani Tuhan Selama Aku Hidup’ (Mazmur 104:33a) dan motto, ‘Dari Mimika Untuk Kedamaian Indonesia Dalam Semangat Eme Neme Yauware (Bersatu Bersaudara Membangun)’. 

Direktur Urusan Agama Kristen Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen Kementerian Agama, Jannus Pangaribuan dalam sambutannya memberi apresiasi atas terselenggaranya Pesparawi XIII se- Tanah Papua di Mimika. Selain sebagai ajang kerohanian untuk memuji Tuhan tapi Pesparawi XIII se-Tanah Papua ini dinilainya menunjukkan warna ke-Indonesia-an.

Menurutnya, Indonesia memiliki keberagaman suku, agama dan ras tapi semuanya bisa dipadukan lewat Pesparawi XIII se- Tanah Papua ini. Itu terlihat dari keterlibatan umat lintas agama yang ada di Mimika. Menurut Jannus, ini membangkitkan semangat ke-Indonesia-an yang mengalami destruksi dalam beberapa waktu terakhir. 

Sementara Ketua LPPD Provinsi Papua, Elia Loupatti mengatakan suksesnya penyelenggaraan PON XX  Papua juga menjadi gambaran bahwa Papua termasuk Mimika ada dalam situasi kondusif sehingga Pesparawi XIII se-Tanah Papua juga dapat dilaksanakan dalam situasi kondusif. 

Pesparawi XIII se-Tanah Papua, kata Elia harus berkualitas dari sisi penyanyi dan dewan juri. Ia menyatakan, Pesparawi kali ini harus menjadi contoh Pesparawi Nasional yang kerap menimbulkan polemik karena tidak adanya transparansi. Makanya dewan juri sudah diberi penegasan untuk terbuka dan tidak terpengaruh dengan bisikan-bisikan. 

Elia juga mengungkapkan, Pesparawi XIII se- Tanah Papua ini merupakan Pesparawi pertama di Papua yang berbasis TIK. Sehingga sangat memudahkan para peserta dan pihak terkait. Peserta atau kontingen tidak lagi membawa berkas yang banyak tapi cukup melalui aplikasi yang sudah disiapkan oleh panitia. 

Wakil Bupati Mimika sekaligus Ketua Umum Panitia Pesparawi XIII, Johannes Rettob menyatakan, Panitia sudah berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada peserta sejak kedatangan, pelaksanaan hingga kembali usai kegiatan nantinya. Namun ia mengakui, masih ada beberapa kekurangan dan kendala yang dihadapi oleh peserta tapi sudah ditangani. 

Salah satu layanan yang diberikan adalah kesehatan. Dimana peserta yang tiba langsung menjalani pemeriksaan malaria dan swab antigen. Dari ribuan peserta, ada 14 orang yang ditemukan malaria tapi sudah diberi obat. 

Panitia sudah menempatkan LO untuk mendampingi setiap kontingen selama 24 jam, sehingga koordinasi atau kebutuhan disampaikan melalui LO. Panitia Pesparawi juga menyiapkan call center di nomor 08114992113 yang bisa dihubungi oleh peserta. 

John Rettob berharap, pelaksanaan Pesparawi bisa berjalan dengan sukses hingga penutupannya pada 6 November 2021 mendatang. Pembukaan akan digelar hari, Sabtu (30/10) di stadion indoor, Mimika Sport Complex (MSC). (Selvi/Sam Nussy/Pesparawi XIII)

2021 TabukaNews.com | Designed by Putra Timika Informatika